"Ini adalah kasus yang rumit dan luas," kata kepala polisi Moskow, James Fry, dengan nada emosional.
"Rangkaian pembunuhan tersebut telah mengguncang komunitas ini dan tidak ada penangkapan yang akan mengembalikan para mahasiswi muda ini," katanya kepada wartawan.
Polisi tidak mengungkap motif Kohberger. Alasannya, mereka perlu merahasiakan detil tertentu untuk menguatkan dakwaan di persidangan. Mereka mengatakan sedang menyelidiki apakah tersangka mengenal para korban.
Baca Juga : Model Ternama Dimutilasi Mantan Suami, Mertua, dan Ipar
James Fry mengatakan sejauh ini pihaknya telah meninjau lebih dari 19.000 masukan dari publik.
Awal bulan ini, terobosan besar mengemuka setelah para penyelidik meminta bantuan masyarakat untuk menemukan mobil Hyundai Elantra putih yang terlihat di dekat rumah para korban pada hari pembunuhan.
Pada Jumat (30/12/2022), polisi mengklaim mobil Elantra tersebut telah ditemukan, tetapi senjata pembunuhnya belum ditemukan.
Baca Juga : Vonis Mati Ferdy Sambo, Hakim: Tidak Ada Hal yang Meringankan!
Fry menolak berkomentar tentang laporan bahwa tersangka bertanya kepada petugas yang menangkap apakah ada orang lain yang ditangkap.
"Yang bisa saya katakan adalah kami memiliki seseorang dalam tahanan yang melakukan kejahatan-kejahatan mengerikan ini dan saya yakin komunitas kami aman," ujarnya. "Tapi kita tetap harus waspada, kan?"
Seorang aparat penegak hukum yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada media AS bahwa bukti DNA menghubungkan Kohberger dengan rentetan pembunuhan tersebut.
Baca Juga : Prihatin atas Kasus Pembunuhan Motif Penjualan Organ Tubuh, Danny Minta Pelaku Diberikan Efek Jera
Dia terdaftar sebagai asisten dosen untuk tiga mata kuliah hukum pidana S1 di Universitas Washington State, menurut surat kabar Idaho Statesman.
Sampai sekarang dia tidak memiliki catatan penangkapan di Idaho, Washington atau Pennsylvania, sebut surat kabar itu. Namun, Namanya muncul dalam laporan polisi karena tidak mengenakan sabuk pengaman pada Agustus lalu di daerah Idaho yang mencakup Kota Moskow.
Ben Roberts, seorang rekan mahasiswa S3 mengatakan kepada kantor berita Associated Press bahwa tersangka tampak percaya diri dan ramah, tetapi juga "sangat canggung".
Baca Juga : Dua Brimob Pembunuh Honorer Dishub Makassar Divonis 18 dan 20 Tahun Penjara
Roberts menambahkan bahwa Kohberger ingin terlihat pintar.
"Satu hal yang selalu dia lakukan, hampir tanpa gagal, adalah menemukan cara yang paling rumit untuk menjelaskan sesuatu," katanya.
"Dia harus memastikan Anda tahu bahwa dia mengetahuinya."
Baca Juga : Buron 7 Tahun, Jatanras Akhiri Pelarian Pelaku Pembunuhan Sadis di Makassar
Penangkapan Kohberger terjadi pada hari yang sama ketika upacara peringatan diadakan untuk mendiang Kaylee Goncalves dan Madison Mogen di sebuah gereja di Coeur D'Alene, Idaho.
"Hari ini kami memperingati Maddie dan temannya Kaylee dengan perasaan lega mengetahui bahwa dia sekarang dapat dimakamkan dengan baik," sebut sebuah pernyataan dari keluarga Madison Mogen.
Sebuah pernyataan dari keluarga Ethan Chapin kepada media AS mengatakan mereka lega bab ini berakhir.
"Namun, itu tidak mengubah hasil atau mengurangi rasa sakit. Kami merindukan Ethan, dan keluarga kami berubah selamanya."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News