"Pilihan alternatif bagi PDIP bisa saja mengusung keduanya sebagai capres atau cawapres, ini semakin memperkuat potensi besar PDIP sebagai koalisi tunggal nantinya, justru akan ada partai politik lain yang tertarik bergabung ke koalisi PDIP, sebab ada nama Ganjar Pranowo sebagai salah satu capres potensial yang sering diperebutkan oleh partai politik lain,” lanjutnya.
Hingga hari ini ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri belum menyatakan secara resmi berkoalisi dengan partai politik pilihan PDIP.
Menurut Ikhwan, yang ditunggu saat ini adalah pernyataan resmi Ketua Umum PDIP yang akan mempengaruhi peta koalisi Pilpres 2024, terutama arah koalisi partai politik yang masih tergabung dalam pemerintahan Presiden Jokowi.
Baca Juga : Megawati Resmi Tutup Rakernas I PDIP yang Hasilkan 21 Rekomendasi
“Jika yang dipilih Puan sebagai capres saya yakin Ganjar akan jadi rebutan partai politik lain, karena memiliki elektabilitas yang cukup tinggi dalam bursa capres. Besar kemungkinan KIB akan menjadi sekoci alternatif bagi Ganjar, apalagi nama Ganjar sering disebut sebagai salah satu capres pilihan partai pengusung KIB,” katanya.
Jadi, potensi besarnya akan muncul roadmap koalisi pilpres di 2024 yaitu KIB (PAN, Golkar, PPP), kemudian Koalisi Indonesia Raya (Gerindra dan PKB), Koalisi Perubahan (Nasdem, Demokrat dan PKS) kemudian PDIP sebagai koalisi tunggal.
Berdasarkan pidatonya ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri terlihat jelas PDIP berusaha untuk mengulur waktu mendeklarasikan nominasi bakal capres dan cawapres. Dalam konteks pilpres strategi deklarasi capres last minutes sangat menentukan, PDIP sedang memanfaatkan momentum ini untuk menyimpan nominasi nama bakal capres dan cawapres yang sudah ada seperti nama Ganjar Pranowo dan Puan Maharani.
Baca Juga : PSI Berambisi Kuasai Basis PDIP, Hasto: Masih Terlalu Dini
Di samping itu faktor presidential threshold sangat menentukan langkah politik PDIP dalam menentukan berkoalisi atau tidaknya dengan partai politik lain. Dengan modal presidential threshold PDIP bisa saja mengusung nama Ganjar atau Puan tanpa berkoalisi dengan partai politik lain justru sebaliknya partai politik lain yang akan tertarik bergabung dengan PDIP.
PDIP lebih memilih menyimpan nominasi bakal capres dan cawapres yang sudah ada di kantongnya Megawati. Ini sebuah pertanda bahwa Ganjar Pranowo masih punya kesempatan besar untuk diusung sebagai capres pilihan PDIP. Pernyataan ini sebagai ujian kesabaran bagi Ganjar Pranowo ditengah semakin besarnya desakan dari relawan politik.
Sebelumnya Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan “Ibu Mega telah memutuskan bahwa rencana mengumumkan capres pada tahun 2023. Jadi itu bocoran yang saya sampaikan, bahwa bocoran akan diumumkan pada tahun 2023,” ucap Hasto usai acara Refleksi Akhir Tahun 2022 DPP PDIP, Jumat, 30 Desember 2022.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
