0%
Minggu, 22 Januari 2023 20:54

QRIS Melawan Tradisional Pasar, Dirangkul namun Diacuhkan

Penulis : Gita Oktaviola
Editor : Rasdiyanah
Pedagang sayuran di Pasar Pa'baeng-baeng difasilitasi pembayaran nontunai QRIS. Foto: Portalmedia.id/Gita
Pedagang sayuran di Pasar Pa'baeng-baeng difasilitasi pembayaran nontunai QRIS. Foto: Portalmedia.id/Gita

Di beberapa pasar tradisional di Makassar saat ini, sebutlah Pasar Pa'baeng-baeng telah hadir pajangan opsi pembayaran QRIS atau opsi layanan transaksi nontunai yang memang menjadi program digitalisasi dari perbankan dan pemerintah. Namun, efektifkah kehadiran akrilik QRIS atau barcode ini mendigitalisasi pasar tradisional?

Pembeli Lebih Senang Bayar Kes

Tak jauh dari gerbang masuk pasar, seorang pria terlihat mengatur karung beras. Ada juga pengunjung yang baru saja melakukan transaksi dengan penjual. Adalah Sul (60), si pemilik toko beras tersebut. Ia telah berjualan beras selama 20 tahun. Selama itu juga, ia banyak belajar dan mulai mengikuti perkembangan zaman. Di kios tersebut, QR Code telah dipajangnya sebagai alternatif transaksi digital menggunakan QRIS.

"Oh, kalau QRIS saya sudah gunakan selama 3 tahun. Tapi, memang belum maksimal dan tak berefek besar untuk tumbuh kembang penjualan. Selama saya di sini, pengunjung jarang yang membayar pakai QRIS. Rata-rata pakai kes. Kalau pun ada, cuma sekitar 15% penjualan saya yang menggunakan QRIS," tuturnya setelah ditanyai oleh penulis.

Baca Juga : Modus Asmara Palsu Makan Korban, OJK Ungkap Kerugian Love Scam Rp49,19 Miliar

Sejumlah kios yang ada di pasar Kampung baru juga berpendapat demikian, walaupun mereka sebagian mulai memberlakukan pembayaran lewat QRIS, namun proses yang digunakan bertransaksi lebih banyak menggunakan kes.

Sebagian besar pengunjung belum melek digital untuk urusan bertransaksi di pasar tradisional. Menurutnya, proses transaksi terlalu riweh dan lama. Mereka juga harus menggunakan android sebagai alat pendukung utama menggunakan QRIS.

PD Pasar: Penerapan Memang Belum Maksimal

Untuk memaksimalkan penerapan sistem pembayaran digital di pasar tradisional, pemerintah memang perlu memperkaya edukasi untuk pedagang pasar. Ini dilakukan agar upaya menggalakkan program digital tidak dinilai sebatas wacana.

Baca Juga : FC Barcelona Resmi Gandeng BRI hingga 2027

Direktur Bidang Keuangan Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Makassar Syamsul Bahri mengatakan jika saat ini, penerapan sistem pembayaran digital untuk pedagang pasar tradisional memang belum maksimal, meski sosialisasi telah dilakukan sejak 2018 lalu.

Masyarakat Masih Acuh

Pihaknya juga telah melakukan launching pembayaran nontunai di beberapa pasar tradisional di Makassar. Namun, hingga kini, ia menilai masyarakat masih acuh akan pentingnya penerapan QRIS sebagai sistem pembayaran digital. Untuk itu, pihaknya berencana akan membuat aturan baru agar pedagang pasar bisa patuh menggunakan QRIS.

Baca Juga : OJK Siapkan Jurus Dorong Pertumbuhan Kredit di Tahun 2026

"Ke depannya, kita akan membuat kartu tab cash yang menggunakan QRIS. Sehingga memudahkan pedagang dan pembeli dalam melakukan transaksi. Jadi, bisa saja nantinya anggota keluarganya seperti anak mereka yang mengisi saldo kartu QRIS. Jadi, kalau ke pasar, pembeli tinggal menempelkan kartu tersebut ke alat yang disediakan. Saldonya akan terpotong otomatis," jelasnya dalam logat Makassar.

Hingga kini, pengguna yang terdaftar QRIS di pasar tradisional sebanyak 6 pasar dari 18 pasar tradisional di Makassar, yakni pasar Pa'baeng-baeng Barat, Pa'baeng-baeng Timur, Maricaya, Terong, Kampung Baru dan Daya.

Walau belum banyak yang menggunakan sistem pembayaran digital di pasar tradisional Makassar, Syamsul tetap optimistis mengawal penerapan tersebut untuk kemakmuran dan keamanan pedagang yang lebih terjamin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer