0%
Minggu, 22 Januari 2023 20:54

QRIS Melawan Tradisional Pasar, Dirangkul namun Diacuhkan

Penulis : Gita Oktaviola
Editor : Rasdiyanah
Pedagang sayuran di Pasar Pa'baeng-baeng difasilitasi pembayaran nontunai QRIS. Foto: Portalmedia.id/Gita
Pedagang sayuran di Pasar Pa'baeng-baeng difasilitasi pembayaran nontunai QRIS. Foto: Portalmedia.id/Gita

Di beberapa pasar tradisional di Makassar saat ini, sebutlah Pasar Pa'baeng-baeng telah hadir pajangan opsi pembayaran QRIS atau opsi layanan transaksi nontunai yang memang menjadi program digitalisasi dari perbankan dan pemerintah. Namun, efektifkah kehadiran akrilik QRIS atau barcode ini mendigitalisasi pasar tradisional?

QRIS Banjir Pengguna di Makassar

Satya menyebutkan, sejak berkolaborasi dengan pemerintah, BRI mencatat sebanyak 19.390 pengguna QRIS dari 29.419 nasabah di Kota Makassar.

“Sejak tahun 2019 hingga 2022, pertumbuhan pengguna meningkat 51% setiap tahunnya,” beber Satya.

Upaya Penetrasi di Pasar Tradisional 

Baca Juga : IHSG Terbang Tinggi 7,57%, Terbantu Wacana Buyback Emiten Tanpa RUPS dan Sentimen BI Rate

Walau demikian, Ia mengakui jika penggunaan QRIS di sektor pasar tradisional belum maksimal. Namun, pihaknya senantiasa melakukan penetrasi dengan PD Pasar untuk membantu pedagang naik kelas.

“BRI memiliki unit-unit yang tersebar di seluruh daerah khususnya Kota Makassar yang memang dari segi geografis selalu berdekatan dengan pasar,” terangnya.

Hingga kini, tambah Satya, tercatat sebanyak 13.728 pedagang yang menggunakan QRIS di Kota Makassar. Ini dianggap sudah cukup efektif. Apalagi BRI senantiasa menghadirkan program unggulan bagi tumbuh kembang UMKM di pasar tradisonal.

Tumbuh Positif di Sulsel

Baca Juga : Modus Asmara Palsu Makan Korban, OJK Ungkap Kerugian Love Scam Rp49,19 Miliar

Terpisah, Causa Iman Karana, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan (BI Sulsel) turut mendukung penerapan transaksi digital di Sulsel khususnya Kota Makassar. BI telah memprakirakan transaksi dan penggunaan QRIS di Sulsel akan terus tumbuh positif. Mengingat QRIS membawa banyak manfaat.

"Sebagai contoh, bagi pedagang atau pelaku UMKM, penggunaan QRIS dapat meningkatkan penjualan dan menyediakan alternatif metode pembayaran bagi pembeli, apalagi mengingat tren pembayaran nontunai konsumen yang meningkat," ucapnya.

Jika ditelisik dari sistem implementasinya, QRIS di Sulsel telah berjalan dengan baik dan terus tumbuh positif. Jumlah pengguna QRIS di Sulsel hingga November 2022 mencapai 493.835 pengguna.

Baca Juga : FC Barcelona Resmi Gandeng BRI hingga 2027

“Jumlah pengguna QRIS di Sulsel per November 2022 tercatat mencapai 493.835 orang, tumbuh 232,8% year-to-date dibandingkan posisi Desember 2021 yang hanya 148.387 pengguna. Jumlah merchant QRIS di Sulsel per 16 Desember 2022 mencapai 754.859 merchant. UMKM mendominasi dengan jumlah 693.580 atau 91,9% dari total keseluruhan,” jelasnya.

Ini telah melampaui target keseluruhan tahun 2022 di Sulsel yang sebanyak 281.000 pengguna. Selanjutnya, target penerapan QRIS di Sulsel pada tahun 2023 akan diselaraskan dengan target QRIS nasional.

"Merujuk pada cetak biru atau Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI), Bank Indonesia akan terus mendorong pembentukan ekosistem ekonomi dan keuangan digital di daerah, termasuk di Sulsel dan Kawasan Sulampua. BI akan terus mendorong akselerasi transformasi digital di masyarakat, yang saat ini sudah berlangsung dan ditandai oleh perubahan perilaku masyarakat dalam melakukan transaksi," terang Causa.

Baca Juga : OJK Siapkan Jurus Dorong Pertumbuhan Kredit di Tahun 2026

Untuk itu katanya, Bank Indonesia terus mendorong pemanfaatan QRIS melalui berbagai kegiatan akuisisi pengguna baru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar