0%
Minggu, 22 Januari 2023 20:54

QRIS Melawan Tradisional Pasar, Dirangkul namun Diacuhkan

Penulis : Gita Oktaviola
Editor : Rasdiyanah
Pedagang sayuran di Pasar Pa'baeng-baeng difasilitasi pembayaran nontunai QRIS. Foto: Portalmedia.id/Gita
Pedagang sayuran di Pasar Pa'baeng-baeng difasilitasi pembayaran nontunai QRIS. Foto: Portalmedia.id/Gita

Di beberapa pasar tradisional di Makassar saat ini, sebutlah Pasar Pa'baeng-baeng telah hadir pajangan opsi pembayaran QRIS atau opsi layanan transaksi nontunai yang memang menjadi program digitalisasi dari perbankan dan pemerintah. Namun, efektifkah kehadiran akrilik QRIS atau barcode ini mendigitalisasi pasar tradisional?

"Kami memang telah melakukan kerja sama dengan berbagai perbankan yang ada di Makassar, termasuk pemberian edukasi kepada pedagang pasar agar proses transaksi yang dilakukan bisa lebih mudah dan terkendali. Apalagi, kami kan telah menerapkan Cash Management Sistem (CMS) untuk mengatur pembayaran karcis pedagang," jelasnya.

Menghindari Kecurangan dalam Bertransaksi

Jadi, kata Syamsul, setiap pedagang yang telah terdaftar QRIS, pembayaran karcis izin jualnya akan dilakukan lewat online. Ini untuk menghindari adanya kecurangan dalam bertransaksi. Misalnya, karyawan yang ditugaskan untuk menagih di pasar, bisa saja melakukan sabotase pembayaran pedagang.

"Nah, dengan CMS ini, akan lebih transparan lagi. Kita juga dapat melihat secara langsung pembayaran yang dilakukan pedagang lewat data hasil rekap perbankan. Selain itu, juga menghemat biaya cetak karcis setiap bulannya yang mencapai ratusan juta," tutur Syamsul.

Baca Juga : IHSG Terbang Tinggi 7,57%, Terbantu Wacana Buyback Emiten Tanpa RUPS dan Sentimen BI Rate

Setidaknya, kata Syamsul, pedagang teredukasi dulu dalam menggunakan transaksi online. Pihaknya juga tengah mengupayakan sosialisasi yang lebih massif, agar program digitalisasi di pasar menjadi hal yang tidak lagi asing baik untuk penjual dan pembeli.

"Usaha yang kami lakukan ini, tentunya arahnya bisa mengembangkan usaha jualan, mereka bisa melek digital dan sedikit naik kelas dengan menerapkan QRIS sebagai alternatif pembayaran digital," harapnya.

 Bangun Kepercayaan kepada Pedagang

Officer Retail Payment & Merchant Departement Regional BRI Makassar, Satya Wicaksana, menambahkan, pihaknya senantiasa memberikan pendampingan kepada pedagang pasar untuk melakukan transaksi lewat QRIS.

Baca Juga : Modus Asmara Palsu Makan Korban, OJK Ungkap Kerugian Love Scam Rp49,19 Miliar

Ia mencontohkan, program 'Tawuran', di mana para mantri yang diutus oleh pihak BRI bertugas untuk mengunjungi pedagang pasar dan memastikan barcode QRIS terpasang di setiap lapak atau toko.

"Dengan demikian, barcode yang terpasang, akan dengan mudah dikenali oleh pengunjung untuk memilih opsi pembayaran melalui digital," terangnya.

Selain itu, QRIS juga dilengkapi dengan sms notification sehingga setiap transaksi yang berhasil dilakukan, pasti akan masuk melalui sms ke nomor kontak pedagang.

Baca Juga : FC Barcelona Resmi Gandeng BRI hingga 2027

"Strategi itulah yang kami bangun untuk membangun kepercayaan dan menepis kekhwatiran pedagang bahwa transaksinya tidak akan masuk jika bertransaksi lewat digital. Pun dengan penggunaan QRIS amat sangat membantu untuk mengurangi uang kembalian yang sering kali merepotkan pedagang," jelasnya.

Dalam jangka waktu dekat, kata Satya, pihaknya akan membuat program khusus untuk pedagang pasar yang menggunakan QRIS. Dengan program rutin yang dihadirkan BRI, pihaknya berharap pedagang pasar  akan merasa nyaman dan terbiasa dalam menggunakan QRIS.

"BRI telah menargetkan jangka waktu 2 sampai 3 tahun ke depan, penerapan transaksi digital melalui QRIS dapat berjalan efektif sehingga program mendigitalisasikan pasar dapat terwujud," kata Satya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar