Alih-alih bermanfaat, nantinya Anda bisa sulit mendapat pinjaman atau kredit yang lebih besar, serta dibutuhkan gara-gara pembayaran Pay Later yang sering telat.
4. Besar pasak daripada tiang
Kondisi keuangan yang sehat mempunyai ciri pemasukan yang lebih besar dibandingkan pengeluaran. Jika yang terjadi adalah sebaliknya, segera hentikan penggunaan PayLater.
Sebab, metode pembayaran Pay Later justru dapat menambah pengeluaran Anda tiap bulan. Lebih baik berhemat dan fokus cari sampingan agar pintu penghasilan Anda bertambah dan bisa punya tabungan lebih banyak, bukan?
5. Pendapatan habis untuk bayar tagihan
Baca Juga : Baru Dilantik, Sejumlah Legislator Sudah Ajukan Pinjaman ke Bank
Hidup dari satu Pay Later ke Pay Later lain hanya akan membuat gaji Anda habis untuk membayar tagihan. Itu artinya, ada sesuatu yang perlu diperbaiki pada manajemen keuangan maupun sumber penghasilan Anda.
Entah itu gaji yang memang kurang karena terlalu banyak kebutuhan atau Anda sering membeli barang yang konsumtif, cara mengatur keuangan yang buruk, dan masih banyak lagi.
Misalnya, mulailah dengan mencatat dan membuat anggaran keuangan sederhana setiap bulan. Berapa besar pemasukan dan pengeluaran apa saja yang diperlukan. Dengan begitu, Anda bisa tahu ke mana habisnya uang setiap bulan dan apa yang bisa diperbaiki atau dihemat.
Baca Juga : Pinjol dan Pay Later Jadi Penyebab Anak Muda Sulit Dapat Kerja
Idealnya, Pay Later adalah alat pembayaran yang bisa memudahkan Anda untuk bertransaksi di saat-saat penting, seperti untuk kebutuhan darurat ataupun cicilan, yang tentunya dipakai sesuai dengan kemampuan bayar Anda, bukan tambahan dana yang bisa Anda pakai sesuka hati membeli barang yang sebetulnya tidak dibutuhkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News