0%
Sabtu, 11 Februari 2023 13:41

Kisah Ibu Melahirkan saat Gempa Turki-Suriah, Keduanya Selamat

Editor : Azis Kuba
Kisah Ibu Melahirkan saat Gempa Turki-Suriah, Keduanya Selamat
ist

Putra ketiga Fatima akhirnya lahir dengan selamat dan diberi nama Najm al-Din Mahmoud.

PORTALMEDIA.ID -- Seorang ibu di Kota Aleppo, Suriah melahirkan saat gempa dahsyat yang melanda negara itu dan Turki pada Senin (6/2/2023). Beruntung dia dan bayinya selamat.

Fatima Ahmad harus melahirkan putra ketiganya, Senin dini hari. dia dan keluarga pun meninggalkan rumah untuk menuju rumah sakit.

Namun di saat yanng sama, gempa bumi dahsyat mengguncang. Perjalanan mereka ke rumah sakit pun terhambat.

Baca Juga : Banjir Bandang Terjang Korban Gempa Turki, 14 Orang Tewas

"Perjalanan ke rumah sakit sulit, dengan banyak kematian dan kerusakan di sekitar kami," katanya, sebelum petugas penyelamat membawa mereka ke tempat yang aman.

Putra ketiga Fatima akhirnya lahir dengan selamat dan diberi nama Najm al-Din Mahmoud.

"Semoga Tuhan melindunginya, memberinya kehidupan yang baik dan tidak menjauhkan saya darinya. Dia menghidupkanku kembali. Aku takut kehilangan dia," kata Fatima.

Baca Juga : Respons Prediksi Gempa dari Ahli Seismik Belanda, BMKG Makassar: Tidak Ada Indikasi

Setelah Mahmoud lahir, bukan berati masalah selesai. Ibu dan bayi baru lahir itu masih dilanda gempa susulan melanda negara itu saat keduanya masih terbaring di bangsal bersalin.

Keduanya tidak dapat bergerak. Mereka ditinggalkan sendirian saat para dokter melarikan diri demi keselamatan.

Orang tua dan dua anaknya lain, berusia satu dan tiga tahun, berada di lantai bawah rumah sakit. Sementara suami Fatima, seorang tentara, ditempatkan di luar Aleppo.

Baca Juga : Israel Tembak Mati Pemuda Palestina yang Baru Pulang Jadi Relawan di Turki

"Saya menggedongnya dan mulai berdoa agar Tuhan melindungi kami sampai gempa berakhir dan kami bisa turun dengan selamat," katanya.

Setelah guncangan selasai, keduanya dievakuasi dari rumah sakit. Kini untuk sementara, keluarga tersebut tinggal di tenda, bagian dari area penampungan dekat bandara yang disediakan oleh kota untuk orang-orang yang mengungsi akibat gempa.

Bangunan mereka tidak runtuh. Tetapi mereka tidak dapat kembali sampai bangunan itu dinyatakan aman untuk ditinggali.

Baca Juga : Sebelum ke Indonesia, Jenazah WNI Korban Gempa Turki Disalati Menko PMK

Sementara Najm terbaring terbungkus selimut, mata mungilnya terpejam, saat keluarga menyiapkan alas tidur di lantai tenda. Menceritakan petualangan kelahirannya, dan memberi makan anak-anaknya yang masih kecil, ibunya berseri-seri dengan kebahagiaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar