0%
Sabtu, 04 Maret 2023 15:29

Terungkap Misteri Kepemilikan Rubicon Rafael: Seorang Office Boy yang Jualan Mi Instan

Editor : Rahma
Rubicon yang dikendarai Mario Dandy Satriyo, saat mendatangi tempat penganiayaan anak pengurus GP Ansor David Ozora/Int
Rubicon yang dikendarai Mario Dandy Satriyo, saat mendatangi tempat penganiayaan anak pengurus GP Ansor David Ozora/Int

KPK pun telah mengantongi latar belakang Saefudin yang merupakan seorang office boy.

PORTALMEDIA.ID, JAKARTA- Kepemilikan mobil Jeep Rubicon pejabat eselon III Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan Rafael Alun Trisambodo kini mulai terungkap.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menelusuri kepemilikan mobil mewah yang tak pernah dilaporkan ke Laporan Harta dan Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) itu.

Berdasarkan pengakuan Rafael, mobil tersebut dibeli dari seseorang yang sempat tinggal di sebuah gang di daerah Mampang Prapatan, Jakarta Selatan bernama Ahmad Saefudin.

Baca Juga : KPK Siapkan Perluasan Desa Antikorupsi 2026 di 12 Provinsi, Sulsel Targetkan 21 Desa

Nama Saefudin pun masih tercantum dalam Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) Rubicon yang disebut sudah beralih tangan ke Rafael. Setelah itu, Rafael menjual Jeep Rubicon tersebut kepada kakaknya.

Rubicon itu kemudian dikendarai oleh putranya, Mario Dandy Satriyo, saat mendatangi tempat penganiayaan anak pengurus GP Ansor David Ozora.

"Menurut beliau [Rafael] itu sudah dibeli dan dijual kembali ke kakaknya. Lalu oleh kakaknya dibolehkan dipakai Mario. Sementara surat bukti kepemilikan masih atas nama Ahmad ini," kata Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK Pahala Nainggolan dikutip di CNN Indonesia, Sabtu(4/3/2023).

Baca Juga : Dua Kepala Daerah Terjaring OTT KPK, Pernah Diendorse Jokowi

Pahala mengatakan KPK telah menyambangi bekas kediaman Saefudin yang beralamat di Gang Jati RT 1 RW 1 Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. KPK pun telah mengantongi latar belakang Saefudin yang merupakan seorang office boy.

Oleh karena itu, KPK kemudian menelusuri transaksi keuangan pembelian Rubicon tersebut. "Kami sedang lihat transaksi keuangan pada saat beli/jualnya," ujar Pahala.

Ketua RT 1 RW 1 Gang Jati, Mampang Prapatan, Kamso Badrudin pun sangsi bila Saefudin disebut memiliki mobil Rubicon dengan nilai miliaran rupiah. Sebab, pria kelahiran 1985 itu hanya bekerja sebagai office boy sembari berdagang kopi.

Baca Juga : KPK Tak Lagi Tampilkan Tersangka dalam Konferensi Pers, Ikuti KUHAP Baru

Selain itu, Saefudin juga bermukim di kontrakan yang terletak di gang yang begitu sempit, tak memungkinkan satu unit mobil melintas di gang tersebut.

"Kontrakannya di belakang rumah saya, memang gangnya sangat sempit sekali makanya non sense sekali untuk memiliki satu unit Rubicon yang harganya miliaran, sedangkan dia sendiri hanya punya sepeda motor, itu aja sepeda motor yang lama bukan yang baru," ucap Kamso.

"Enggak pernah lihat Rubicon, enggak pernah. Enggak mungkin, gang lebarnya cuma dua meter itu aja kanan kiri udah saluran air," imbuhnya.

Baca Juga : DPR Apresiasi Langkah KPK Kembalikan Uang Rampasan Kasus Taspen

Hal yang sama diungkapkan oleh tetangga Saefudin di Gang Jati RT 1 RW 1 Mampang Prapatan, Ani. Menurut Ani, Saefudin hanya memiliki satu unit sepeda motor hasil kredit dari keponakannya.

Ani mengatakan kala itu keponakannya menang undian dan mendapat hadiah satu unit sepeda motor. Saefudin lantas membeli sepeda motor tersebut secara kredit lantaran sepeda motor miliknya sudah butut.

Bahkan, kata Ani, untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari Saefudin yang merupakan seorang office boy, berjualan mie instan di tempat kerjanya.

Baca Juga : KPK Klaim Sudah Selidiki Whoosh Sejak Awal 2025

"Kalau di tempat kerja saya jual Indomie. Saya kerja mah enggak cukup gajinya kecil," kata Ani menirukan suara Saefudin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar