0%
Rabu, 15 Maret 2023 08:47

PDIP dan Gerindra Dianggap Tak Mungkin Berkoalisi karena Baku Ngotot Usung Capres

Editor : Azis Kuba
PDIP dan Gerindra Dianggap Tak Mungkin Berkoalisi karena Baku Ngotot Usung Capres
ist

Nggak mungkin membangun koalisi antara PDIP dan Gerindra kalau dua-duanya sama-sama ngotot sebagai capres

Adi menambahkan bahwa Prabowo dan Ganjar memiliki potensi untuk menang jika mereka berduet pada pemilu mendatang, karena keduanya dianggap dapat saling melengkapi.

Adi menilai Ganjar memiliki basis massa yang kuat di beberapa wilayah seperti Jawa Tengah dan Bali, yang dapat menutupi kelemahan Prabowo yang basis pendukungnya masih lemah di wilayah-wilayah tersebut.

Lebih lanjut, Adi menyebut bahwa peluang kemenangan keduanya akan lebih besar jika Ganjar diusung sebagai calon presiden dan Prabowo sebagai cawapresnya. Pasalnya, elektabilitas Ganjar lebih unggul daripada Prabowo dan PDI-P memiliki lebih banyak dukungan dibanding Gerindra.

Baca Juga : PSI Berambisi Kuasai Basis PDIP, Hasto: Masih Terlalu Dini

“Lebih memungkinkan dan akan lebih memenangkan pertarungan sebenarnya kalau Ganjar capres, Prabowo cawapres, kan begitu kalkulasi politik statistiknya. Tapi itu sekali lagi bagi Gerindra ya Prabowo adalah harga mati,” tutur dia.

Sebelumnya, gagasan untuk berduet antara Prabowo dan Ganjar berasal dari kalangan elit Gerindra. Hashim Djojohadikusumo, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, menyatakan bahwa partainya berpotensi untuk mendukung Ganjar dalam Pilpres 2024, asalkan Ganjar dijadikan pasangan dengan Prabowo sebagai calon wakil presiden dalam kontestasi tersebut.

"Ya saya kira terbuka kalau Pak Ganjar mau ikut dengan Pak Prabowo, dengan catatan Pak Prabowo calon presiden," kata Hashim saat ditemui di Gedung Joang' 45, Jakarta, Minggu (12/3/2023).

Baca Juga : Keluarkan Surat Edaran, PDIP Ingatkan Kader Tidak Salah Gunakan Wewenang

Hashim berpendapat bahwa Prabowo lebih layak untuk menjadi calon presiden (capres) dan Ganjar untuk menjadi calon wakil presiden (cawapres) dalam Pilpres 2024. Menurutnya, hal ini disebabkan oleh pengalaman Prabowo yang lebih banyak daripada Ganjar.

"Pak Prabowo jauh lebih senior, 15 tahun lebih tua pengalamannya berbeda kan," imbuh dia.

Dalam menanggapi usulan tersebut, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI-P, Hasto Kristiyanto, menekankan bahwa partainya menggalakkan kader internal untuk maju sebagai calon presiden (capres). Sebagai partai yang memenangkan pemilu, PDI-P tidak ingin "hanya" memasukkan kader partainya sebagai calon wakil presiden (RI-2).

Baca Juga : Rayakan HUT ke-53, PDIP Luncurkan Maskot Baru Banteng Barata

"Ya, kader dari PDI Perjuangan (harus capres), sebagai partai pemenang pemilu dengan kepercayaan rakyat dua kali berturut-turut tentu saja kami akan mengusung calon presiden," kata Hasto di Sentul, Jawa Barat, Senin (13/3/2023).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar