"Maka kemudian, tahun-tahun atau pemilu sebelumnya Golkar selalu difavoritkan caleg-nya karena orang tau kapasitas (sebagai) kader Golkar," tambahnya.
Dengan target 10 kursi, Golkar tentunya juga mengincar kursi Ketua DPRD Makassar yang dilepaskannya mulai periode ini. Ali pun mengingatkan agar dalam meraih target besar itu, partai ini diharapkan menyiapkan sosok yang memang dibutuhkan masyarakat.
"Ini bisa jadi bahaya, misalnya masyarakat akan salah kaprah, kalau politik itu butuh anak pejabat, anak orang kuat, orang yang punya uang, dll. Sebenarnya itukan sesuatu yang salah kaprah. Politik elektoral itu adalah proses berjejaring. Jadi, yang akan memenangkan itu adalah orang yang profesional. Orang yang paham caranya berjejaring. Itu yang dilakukan Golkar sebelumnya," jelasnya.
Baca Juga : Pemulihan Gedung DPRD Makassar Dimulai
Jika kedepannya Golkar berambisi untuk merebut 10 kursi legislatif di Makassar maka para kader harus membangun jejaring.
"Juga, mengembangkan kader yang profesional. Baru, kemudian jalan kampanye dan brand. Kalau dari awal kadernya sudah tidak berkualitas dan proses rekruitmennya amburadul. Maka saya rasa mimpi itu tinggal hanya mimpi. Cita-cita itu akan menjadi mimpi," tutup Ali.
Sebelumnya, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Golkar Makassar, Abdul Wahab Tahir menargetkan perolehan 10 kursi di DPRD Makassar. Ia pun beberkan strategi pemenangan sedang digalakkan untuk basis dukungan suara rakyat dan simpul-simpul suara untuk memenangkan peratungan politik.
Baca Juga : Erick Horas Sebut Pilket RT/RW Jadi Contoh Demokrasi Akar Rumput
"Sebab, kami menargetkan anggota yang terlibat itu 30 persen kesinambungan, 30 persen milenial, 30 persen perempuan dan 10 persen diskresi," ucapnya.
Ia juga tengah merapatkan barisan di internal Golkar untuk mengusung nama-nama yang akan mencalonkan diri di DPRD Kota Makassar.
"Selain itu, langkah selanjutnya, kami akan bergerak on the spot. Kami akan keliling di semua kecamatan untuk lalukan komunikasi dan menyusun strategi," bebernya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News