Rafli di sana sempat melihat bagaimana teman-temannya tengah bersiap untuk melakukan penyerangan, memukul siapapun siswa kelas sebelas yang dilihatnya. Sebagian dari mereka mengenakan jaket hodie layaknya gengster yang ingin menutupi identitasnya saat menyerang.
"Kita keluar mi ramai-ramai dari samping masjid menyisir cari anak kelas sebelas. Waktu itu memang tidak ada guru lagi sepi. Nah ini teman-temanku lihat ada korban sama teman-temannya kumpul, tapi yang jarak dekat itu memang korban-ji, makanya yang akhirnya dikeroyok parah itu korban," bebernya.
Sebagaimana pengakuan yang ia sampaikan di hadapan jaksa dan orang tua korban. Para pelaku yang melakukan aksi pengeroyokan berjumlah sembilan orang.
Baca Juga : Anak di Bawah Umur Jadi Korban Pengeroyokan di Gowa, 5 Pelaku Diamankan Polisi
Selain dia, ada temannya yang masing-masing berinisial RJ, FR, AK, AJ, DK, FD, RK, dan RZ. Semuanya kelas duabelas yang masih berstatus anak di bawah umur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
