Sinkronisasi data itu lalu dihimpun dalam satu aplikasi informasi yang bisa diakses oleh seluruh masyarakat Jakarta. Lewat aplikasi Jakarta1.go.id itu, masyarakat yang tidak punya akses ke BPN atau ke Pemprov DKI bisa mengetahui informasi data pertanahan lewat aplikasi tersebut.
"Mungkin kalau kita punya kontak dengan orang Pemprov DKI dengan orang BPN saya bisa manfaatkan. Bisa akses. Tapi yang nggak punya gimana. Nah ini yang pingin dibuka sebetulnya oleh Pak Anis. Dengan hibah itu dibuatlah satu sistem digabung data-data itu yang dipakai Jakarta 1.go.id website yang dikelola oleh Pemprov," katanya.
Dia mengungkapkan, ide sinkronisasi itu sebetulnya bukan ide Anies. Anies mengeksekusi rencana yang pernah digagas Gubernur Joko Widodo yang kini menjabat sebagai presiden.
Baca Juga : Berubah Jadi Parpol, Gerakan Rakyat Usung Anies Baswedan
"Di situ data-data itu warga bisa lihat di situ. Ini idenya bukan Pak Anies. Ini idenya Pak Jokowi tapi memang ide itu belum sempat dieksekusi. Ini yang dieksekusi Anies kemudian. Bagi saya itu menunjukkan dia memang mau kerja," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News