PORTALMEDIA.ID, JAKARTA- Kekuatan Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) yang terdiri dari Partai Nasdem, Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang mengusung Anies Baswedan sebagai capres, tampaknya belum terkonsolidasi dengan baik. Hal ini diduga mengakibatkan elektabilitas Anies terus menurun.
Oleh karenanya ketiga partai politik itu diharapkan dapat segera melakukan konsolidasi serta mulai menyosialisasikan Anies ke semua daerah di Indonesia. Walau tiga partai itu sudah mendeklarasikan Anies sebagai capres, namun mereka belum pernah menggelar safari politik bersama.
"Ini menjadi salah satu penyebab elektabilitas semakin menurun. Bagi Nasdem ini tidak ada (hubungannya) mempengaruhi tidak ada cawapres," kata Wakil Ketua Umum Partai Nasdem Ahmad Ali di NasDem Tower, Jakarta Pusat pada Rabu (12/7/2023).
Baca Juga : Berubah Jadi Parpol, Gerakan Rakyat Usung Anies Baswedan
"Selama pengumuman (Anies capres) 3 Oktober 2022 oleh Nasdem, kemudian diikuti PKS dan Demokrat belum pernah dilakukan konsolidasi bersama-sama, padahal koalisi sudah terbentuk," sambungnya.
Ali mengungkap bahwa KPP telah sepakat bahwa urusan cawapres diserahkan kepada Anies dan akan diumumkan sendiri olehnya. Saat ini Anies disebut masih berkomunikasi dengan sejumlah kandidat cawapres potensial.
Sementara itu hasil sejumlah survei menunjukkan elektabilitas Anies cenderung mengalami tren penurunan. Hasil survei terbaru dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) misalnya, menempatkan Anies di peringkat ketiga, kalah dari Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto.
Baca Juga : Muda Bergerak Sulsel Ajak Pemuda Bersatu Menggerakkan Perubahan
Per Juli 2023, elektabilitas Anies dari survei LSI menunjukkan persentase sebesar 21,4 persen alias turun dari bulan April dengan perolehan suara 25,3 persen. Peringkat kedua ditempati oleh Ganjar dengan suara sebesar 32,2 persen dan posisi atas diisi Prabowo Subianto dengan suara sebesar 35,8 persen.
AHY Sudah Digadang Sejak Awal Koalisi
Nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sudah digadang-gadang cocok jadi cawapres Anies sejak KPP terbentuk. Putra Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini bahkan sempat mengamini ketika disinggung soal kesiapannya mendampingi Anies dalam Pilpres 2024.
Baca Juga : Anies Kritik Presiden Tak Hadir di PBB: Indonesia Seperti Warga RT yang Tak Pernah Rapat
"Kalau ada doa yang baik, harapan yang baik saya amini aja," kata AHY pada 8 Oktober 2022 lalu.
AHY mengatakan sejak awal Demokrat memiliki kedekatan dengan Anies. Walau tidak secara gamblang, tapi kesamaan visi misi cita-cita telah dimiliki dengan Anies dan AHY.
"Saya tentunya hanya ingin menyampaikan bahwa partai Demokrat dan saya pribadi bukan hanya memiliki kedekatan dengan soal Mas Anies Baswedan, tetapi juga di sana-sini memiliki kesamaan visi misi dan juga cita-cita," ujar AHY.
Baca Juga : Musda Pertama Gerakan Rakyat Gowa Berjalan Sukses, Karim Alwie Pimpin DPD
Nama Yenny Wahid Muncul Buat Dongkrak Suara NU
Nama Yenny Wahid santer dikabarkan jadi kandidat cawapres Anies. Masuknya nama putri Presiden ke-4 KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dalam bursa cawapres dinilai dapat mengisi kelemahan Anies terutama di wilayah Jawa Timur yang notabene basis massa Islam Nahdlatul Ulama (NU).
Nasdem menjadi partai yang pertama kali memunculkan nama Yenny Wahid sebagai bakal cawapres Anies. Bahkan Waketum Nasdem Ahmad Ali pada Juni 2023 lalu menyatakan dukungannya jika Anies memilih Yenny.
Baca Juga : Jelang Muktamar PPP, Nama Anies Baswedan dan Amran Sulaiman Paling Mencuat
"Saya secara pribadi akan sangat bahagia jika Anies memilih dia (Yenny Wahid), karena bukan lagi mandat saya sebagai wakil ketua umum partai, tapi mandat itu ada sama Mas Anies," ungkap Ali pada 27 Juni 2023 lalu.
Namun Yenny Wahid enggan berkomentar lebih jauh terkait namanya yang muncul di bursa cawapres Anies. Hal itu karena dia juga belum memutuskan ke mana arah dukungannya akan berlabuh pada Pemilu 2024.
"Saya belum mau menjawab, saya komunikasi dengan semua tokoh partai, tokoh politik. Saya komunikasi dengan semua dan kami belum memutuskan akan mendukung siapa," kata Yenny Wahid.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News