0%
Senin, 07 Agustus 2023 16:27

Hadapi Kemarau Panjang, Ini Saran Ahli Agronomi Bagi Petani di Indonesia

Editor : Rahma
Ilustrasi kekeringan/Ist
Ilustrasi kekeringan/Ist

Puncak kekeringan diprediksi terjadi pada September hingga Oktober mendatang.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR- Puncak dari kemarau panjang atau El Nino diperkirakan terjadi pada September 2023, mendatang. Musim ini dapat menyebabkan kekeringan di berbagai daerah di Indonesia hingga berdampak pada sektor pertanian.

Ketua Prodi Agronomi Fakultas Pertaninan Unhas, Abdul Haris Bahrun mengatakan, BMKG menyebut 63 persen atau 439 Zona Musim (ZOM) sudah masuk kemarau dan terdampak El Nino. Puncaknya, pada bulan September hingga Oktober mendatang.

"Prediksi Kemarau panjang itu diperkirakan sebetulnya bulan sembilan sampai bulan sepuluh, tapi tidak panjang sampai di November," kata Abdul Haris kepada media di Makassar, Senin (7/8)

Baca Juga : BPBD Sulsel Segera Finalisasi Dokumen Rencana Kontingensi Kekeringan

Haris yang juga selaku Kordinator bidang Pertanian dari Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Sulsel ini mengaku jika di Sulsel sendiri, terbagi tiga curah hujan yaitu pantai barat, pantai timur dan peralihan.

"Untuk pantai barat akan lebih cepat masuk musim kemarau, untuk yang lainnya tidak terlalu berdampak buruk karena masih ada curah hujan," jelasnya.

Sedangkan sektor pertanian, kata Haris, khususnya para petani, langkah-langkah antisipasi yang telah disiapkan pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan) sudah cukup baik, mulai dari  pembangunan embung atau waduk, rehabilitasi irigasi, hibah pompa hingga asuransi pertanian.

Baca Juga : Pjs Wali Kota-Dandim 1408 Kolaborasi Antisipasi Kekeringan di Kota Makassar

"Saya sarankan ikut, ya, kalau untuk Asuransi Pertanian, kemudian untuk langkah-langkah umum tadi, irigasi itu bagus," ungkap Haris.

Selanjutnya, kata Haris, melihat kondisi saat ini yang masih ada curah hujannya, ia pun menyarankan kepada petani untuk mengatur pola tanah, sehingga para petani bisa  memanfaatkan agar menanam lebih cepat.

"Tapi tak kalah pentingnya adalah bagaimana mengatur pola tanah untuk bertanam lebih cepat, Jadikan sekarang ini masih ada sedikit hujan, kemudian memakai varietas yang tahan kering dan berumur pendek misalnya kacang hijau, kedelai yang cepat panen," paparnya.

Baca Juga : Presiden Jokowi Minta Air Sungai Dimanfaatkan Atasi Kekeringan

Sementara itu, di tempat terpisah, Dosen Departemen Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin (Unhas), Dorothea Agnes Rampisela‬ mengatakan, untuk mengantisipasi kemarau panjang dirinya berpesan agar para petani dapat mengikuti program pemerintah yang telah disiapkan Kementan.

"Tentu saja antisipasi jauh lebih penting dan belum terlambat memberikan bantuan seperti yang disebutkan (rehabilitasi irgasi, embung dan asuransi pertanian). Apalagi bantuan tersebut bukan solusi jangka pendek, misalnya embung, rehabilitasi irigasi dan sebagainya, sehingga pastilah bermanfaat bukan hanya di musim kering degan el Nino ini, tetapi bisa digunakan seterusnya," jelasnya.

Guru besar Unhas ini pun melanjutkan, selain memanfaatkan bantuan pemerintah, petani dapat juga menanam tanaman yang berumur pendek dan dapat dipanen pada umur tiga sampai lima minggu sehingga mengurangi resiko dampak kemarau panjang tersebut.

Baca Juga : BMKG Prediksi Suhu Panas di Indonesia Hingga September 2024

"Sebenarnya kemarau yang kering ini selain dampak negatif terhadap kekeringan, juga diharapkan meningkatksn produksi tanaman seperti kopi dan sagu," tutupnya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengatakan sesuai arahan Presiden Jokowi, dampak El Nino tidak bisa diprediksi namun upaya mengatasi dampak yang akan terjadi utamanya pada sektor pangan akan dilakukan sedini mungkin. Dengan begitu, kondisi ketersediaan pangan khususnya beras harus bisa dijamin secara maksimal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer