0%
Kamis, 27 Oktober 2022 10:13

Pilgub 2024. Potensial figur utara tampil sebagai Gubernur

ilustrasi
ilustrasi

Sudah menjadi tradisi perkawinan wilayah dalam pentas Pilgub Sulsel. Hal itu bisa kita lihat dari era sebelumnya. Contoh saja dalam pemilihan melalui DPRD Provinsi. Amin Syam berpasangan dengan Syahrul Yasin Limpo. Lalu di 2007, Syahrul menantang Amin Syam dan menggandeng Agus Arifin Nu'mang. Pasangan Syahrul-Agus terpilih melalui pemilihan langsung. Kembali terulang dipilgub 2013. Syahrul tetap mempertahankan Agus Arifin Nu'mang sebagai wakilnya. Lagi-lagi mereka berdua kembali terpilih.

Tidak sampai di 2013 saja. Pilgub 2018, Prof Nurdin Abdullah final berpasangan dengan Andi Sudirman Sulaiman. Pasangan dengan akronim Prof Andalan ini memenangkan pertarungan. Dari peristiwa Pilgub di atas, jika kita amati tradisi perkawinan wilayah, pasangan yang menerapkan keterwakilan wilayah selatan dan utara atau sebaliknya, potensial menang. Namun kesemuanya ini tidak terlepas dari variabel lain juga. Hanya yang menjadi syarat utama, mesti perkawinan dua wilayah ini.

Saya melihat, dipentas Pilgub 2024 mendatang, hal serupa akan kembali terjadi. Dimana perkawinan dua wilayah ini menjadi syarat utama. Hanya saja, kondisinya akan beralih. Jika berturut-turut ditiga Pilgub lalu Gubernur terpilihnya lahir dari selatan, kali ini potensial lahir dari utara. Kita lihat saja sebaran figur. Diutara saat ini hadir beberapa figur dengan klaster premium. Klaster figur yang cukup syarat tampil sebagai calon gubernur. Mulai dari nama Ilham Arief Sirajuddin, Rusdi Masse hingga petahana. Andi Sudirman Sulaiman.

Sedangkan wilayah selatan, mayoritas figurnya ideal tampil sebagai calon wakil. Sebut saja nama Adnan Puchrita Yasin Limpo. Bupati Gowa dua periode. Bupati Bantaeng Ilham Syah Azikin. Bupati Jeneponto Iksan Iskandar. Bupati Bulukumba A. Muchtar Ali Yusuf. Itu yang berlatar belakang kepala daerah.

dari kalangan elit Partai, ada beberapa juga potensial. Seperti Amir Uskara yang saat ini menjabat sebagai Anggota DPR RI Fraksi PPP. Ada kader PAN Mukhtar Tompo. tokoh muda asal jeneponto yang pernah berkiprah di senayan. Rapsel Ali anggota DPR RI fraksi NasDem.

Tak heran jika kita lihat atmosfir politik kedua wilayah ini cenderung figur utara sedang mengidentifiasi calon wakil potensial di wilyah selatan. Bahkan dibeberapa minggu terakhir sudah mulai bermunculan simulasi pasangan. Seperti wacana pasangan Rusdi Masse dengan Adnan Puchrita Yasin Limpo. Ataukah simulasi pasangan Ilham Arief Sirajuddin dengan Ilham Syah Azikin.

Semacam bergulir sebenarnya. Ibarat Pilgub Sulawesi Tenggara. Dua periode berturut dipimpin figur daratan, sekarang ini Gubernurnya dari kepulauan. Inilah hukum geopolitik yang terus bergerak dalam pentas Pemilukada.