0%
Selasa, 02 Agustus 2022 07:32

Damai di Akhir, Kasus Salah Suntik oleh Perawat di RS Wahidin jadi Catatan Kelalaian

Penulis : Gita Oktaviola - Reza Rivaldi
Editor : Rasdiyanah
Pertemuan pihak keluarga Bayi Danendra dengan pihak RS DR Wahidin Sudirohusodo. Pertemuan yang digelar di RS ini digelar pada Selasa (26/7/2022). Foto: portalmedia/Reza
Pertemuan pihak keluarga Bayi Danendra dengan pihak RS DR Wahidin Sudirohusodo. Pertemuan yang digelar di RS ini digelar pada Selasa (26/7/2022). Foto: portalmedia/Reza

Kasus bayi salah suntik oleh salah satu perawat di RS DR Wahidin Sudirohosodo, berakhir damai antara pihak keluarga dan pihak RS.

"Tidak satu pun orang dalam hal memberikan pelayanan termasuk perawat ini yang menginginkan adanya cedera atau proses kesalahan dalam penanganan kesehatan. Tapi dalam prosesnya tentu kita harus melihat dulu. Di mana letak kesalahannya. Apakah pada proses pendelegasian atau gimana kita belum tahu," jelasnya.

"Tapi, kita berharap kejadian ini tidak terjadi lagi. Dan bisa menjadi pelajaran untuk yang lainnya," tambah Hamzah.

Kronologi Awal, Cairan Obat Naisah Masuk ke Tubuh Bayi Danendra

Pada Selasa (19/7/2022), bayi 1 bulan bernama Danendra Atharprazaka Nirwan, meregang nyawa usai disuntik oleh seorang perawat di RS Wahidin Sudirohusodo Makassar. Pihak keluarga menduga bayi lelakinya itu terkena malpraktik atas kelalaian seorang perawat.

Baca Juga : RS Labuan Baji Dinilai Tak Punya Iktikad Baik, Ortu Bayi Siap Tempuh Jalur Hukum

Dari penuturan pihak keluarga, bayi Danendra awalnya dirawat di RS Wahidin Sudirohusodo Makassar sejak Kamis (14/7/2022) lalu.

Ibu Danendra, Mustainna Mansyur mengatakan, bayi mungilnya itu dirawat lantaran menderita penyakit di bagian pencernaan atau usus turun. Bayi Danendra pun dijadwalkan akan menjalani proses operasi medis pada Rabu (20/7/2022). Namun, sehari sebelum menjalani operasi, atau tepatnya pada Selasa (19/7/2022), Bayi Danendra dinyatakan meninggal dunia. 

"Malam itu ada perawat masuk mau suntik anakku obat, katanya obat untuk Danendra, dia bilang (perawat) obat untuk Danendra. Jadi saya bilang iya sini," ujar Mustainna kepada wartawan, pada Kamis (21/7/2022).

Baca Juga : Bayi 2 Bulan Meregang Nyawa saat Diberi ASI, Diduga Tertindih oleh Ibunya yang Tertidur

Setelah perawat itu menyuntikkan cairan ke badan Danendra, Mustainna pun menegurnya lantaran nama bayi yang tertera di cairan tersebut justru berbeda.

"Terus masuk mi dia suntik anakku obat. Setelah masuk satu spuit besar, saya lihat itu obat, dan saya tanya lagi ini untuk Danendra, dia bilang iya, ih salah itu untuk Naisiah ini, bukan untuk Danendra," ujar Mustainna bercerita dengan dialek Makassar.

Usai memberikan suntikan obat, perawat tersebut kemudian pergi. "Dia bilang mi itu (perawat) oh salah, na masuk mi itu satu spuit, terus pergimi," katanya menjelaskan, 

Baca Juga : Rival Kasus Bos Pabrik Tepung, RA Kejang dan Muntah Darah saat Dijemput Polres Gowa dari RS, Ada "Permainan"?

Mustainna pun mengikuti perawat tersebut yang telah pergi. Tak lama, Mustainna kembali ke kamar untuk melihat kondisi anaknya. Namun, Mustainna justru melihat anaknya dalam kondisi telah membiru dan kaku.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer