PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR – PT PLN UIP Sulawesi tengah menggenjot proyek infrastruktur ketenagalistrikan di Provinsi Sulawesi Selatan dengan target kapasitas mencapai 1.184,5 Megawatt (MW).
Proyek strategis ini mengombinasikan pembangkit berbasis fosil/gas dan energi terbarukan guna memperkuat stabilitas pasokan listrik di wilayah tersebut.
General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya mengungkapkan bahwa pihaknya teus mengevaluasi seluruh proyek yang berjalan di Sulawesi unruk menentukan skala prioritas.
Salah satu proyek yang dinilai memiliki dampak paling signifikan adalah PLTA Bakaru 2. PLTA Bakaru 2 sendiri merupakan proyek ekspansi kapasitas pembangkit untuk memaksimalkan potensi sungai yang ada di wilayah tersebut.
"Jadi ini merupakan proyek yang sangat penting bagi penambahan kapasitas di Sulawesi, terutama di Sulsel, karena sumbernya air, sehingga lebih murah dan tentunya ini bisa menambah kapasistas pasokan di Sulsel yang memang cenderung meningkat beberapa tahun terakhir," ujar I Gusti Made Aditya, Kamis (18/6).
Ia menambahkan, tingginya permintaan pasar dan efisiensi biaya operasional menjadi alasan utama mengapa proyek ramah lingkungan tersebut didorong segera rampung dan menjadi prioritas utama.
Secara rinci, berikut peta pengembangan proyek imfrastruktur kelistrikan yang tengah berjalan di Sulsel:
Lini pertana bertumpu pada proyek Non-EBT berbasis fosil dan gas dengan target kapasitas memcapai 920 MW. Pengembangan ini difokuskan pada pemanfaatan teknologi gas, uap, dan mesin gas untuk menjaga stabilitas beban dasar listrik di Sulselrabar.
Beberapa proyek yang masuk dalam kategori ini di antaranya adalah PLTGU/G/MG Sulbagsel (Bantaeng), MPP Indonesia 1 (Punagaya), dan PLTMG Selayar.
Sementara itu, pada proyek EBT (Energi Baru Terbarukan) dengan target kapasitas 264,5 MW untuk mengoptimalkan energi bersih dari potensi hidro (air) di Sulawesi Selatan, dengan dua proyek yang tengah dijalankan adalah PLTA Bakaru 2 dan PLTA Pokko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
