PORTALMEDIA,ID. MAKASSAR - Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan (Sulsel) membentuk tim khusus dalam rangka memburu pelaku pembakaran dan aksi vandalisme di Pos Polisi yang terletak di bilangan Jalan Sultan Alauddin - Jalan A P Pettarani, Kota Makassar.
Adapun pembakaran dan aksi vandalisme di Pos Polisi ini dipastikan terjadi karena buntut tragedi Stadion Kanjuruhan yang menewaskan ratusan orang.
"Itu sedang kami selidiki untuk mengungkap kasus ini. Kami sudah bentuk tim untuk penyelidikan karena di situ ada tulisan yang kurang pantas," jelas Kapolda Sulsel, Irjen Pol Nana Sudjana saat ditemui di Mapolrestabes Makassar, Senin (3/10/2022) malam.
Baca Juga : Kapolda Sulsel Resmikan Gedung Parama Satwika dan Luncurkan Operasi Pamapta Polrestabes Makassar
Polisi juga sementara masih memeriksa seluruh rekaman kamera pengintai atau CCTV yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Terpisah, Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Lando K Sambolangi mengatakan, Orang Tidak Dikenal (OTK) itu diduga dengan sengaja me lakukan ini.
"Orang tidak dikenal ingin membakar pos, sebab ditemukan ada bekas ban, spanduk yang dibakar dan diletakkan di belakang pos dekat pintu. Yang kemudian api sempat masuk ke dalam ruangan. Dan dimungkinkan berkaitan dengan imbas kejadian Kanjuruhan, Malang," ungkap Lando.
Baca Juga : Mangkir Dinas Enam Bulan, Polisi di Makassar Dipecat Tidak Hormat
Dalam penyelidikan, polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap dua orang saksi yang berada di lokasi saat aksi pembakaran itu terjadi.
"Di lokasi juga ditemukan bekas bensin," tukasnya.
Sebelumnya diberitakan, diduga buntut tragedi Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim) yang menewaskan ratusan orang, salah satu Pos polisi di Kota Makassar, jadi sasaran aksi vandalisme dan pembakaran oleh OTK.
Baca Juga : Polrestabes Makassar Gagalkan Peredaran 13,3 Kg Sabu
Aksi vandalisme dan pembakaran pos polisi ini menyasar pos polisi Satlantas Polrestabes Makassar yang terletak di pertigaan Jalan Sultan Alauddin - Jalan AP Pettarani. Aksi itu diduga terjadi pada Minggu (2/10/2022) malam.
Lando memastikan kejadian tersebut bukan karena bom molotov tapi dibakar dengan sengaja.
Dari pantauan Portalmedia di lokasi, pos polisi tersebut ditulisi oleh OTK dengan kata-kata kecaman terhadap aparat dengan bertuliskan 'Polisi Pembunuh Suporter Arema'
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News