0%
Rabu, 19 Oktober 2022 13:37

Rapper Kanye West Akuisisi Parler, Medsos Para Pendukung Donald Trump

Editor : Azis Kuba
Rapper Kanye West Akuisisi Parler, Medsos Para Pendukung Donald Trump
ist

Parler memulai debutnya pada tahun 2018 sebagai aplikasi alternatif Twitter dan media sosial lain

PORTALMEDIA.ID -- Kanye West, musisi dan rapper kenamaan asal AS dilaporkan membeli aplikasi media sosial (medsos) Parler.

Akuisisi Parler diumumkan langsung oleh perusahaan dengan kesepakatan transaksi yang ditargetkan rampung akhir tahun ini. Sayangnya, kedua pihak tidak mengungkapkan nilai akuisisi Parler.

Secara global, media sosial Parler memang tidak populer. Nama medsos ini mencuat awal tahun 2021, setelah tragedi kerusuhan di Capitol Hill Januari 2021 lalu yang menelan korban jiwa.

Baca Juga : Runtuhkan Tradisi 165 Tahun, Uang Dolar AS Bakal Dibubuhi Tanda Tangan Donald Trump

Aplikasi Parler diklaim sebagai platform "kebebasan berbicara" dan menjadi alternatif Twitter. Platform ini digunakan oleh para konservatif dan ekstrimis sayap kanan pendukung mantan Presiden AS, Donald Trump.

"Di dunia di mana opini konservatif dianggap kontroversial, kami harus memastikan bahwa kami memiliki hak untuk mengekspresikan diri secara bebas," kata Ye - panggilan Kanye West, dalam pernyataan resmi yang dikutip KompasTekno dari The Verge, Selasa (18/10/2022).

Menurut Parlement Technologies, perusahaan induk Parler, akuisisi yang dilakukan West akan membantu perusahaan membuat ekosistem yang menerima semua suara/pendapat.

Baca Juga : Purbaya Soroti Lemahnya Hukum Internasional dalam Kasus Penangkapan Maduro

CEO Parlement, George Farmer dalam pernyataannya juga berkata bahwa kesepakatan akuisisi ini akan "mengubah dunia dan mengubah cara berpikir orang-orang tentang kebebasan berbicara".

"Ye membuat terobosan ruang media dengan kebebasan berbicara dan tidak perlu khawatir diungkapkan di media sosial lagi. Ye membuktikan bahwa dia selangkah lebih maju dari narasi media warisan," kata Farmer dalam pernyataan resmi.

Secara tampilan, Parler sekilas mirip dengan platform mikroblogging Twitter. Di laman profil, terdapat foto profil yang dibingkai lingkaran, kemudian di atasnya terdapat header mirip blog.

Baca Juga : China Nilai Serangan AS ke Venezuela Langgar Hukum Internasional

Kendati demikian, menu-menu yang tersedia berbeda dengan Twitter. Alih-alih menu "tweet", "tweet & replies", dan "like", Parler memiliki menu "All Parleys" yang menampilkan semua postingan, serta menu "media". Aplikasi ini juga memiliki menu lain di feed, yakni "hide echoes" dan "subscription".

Akun Instagram dan Twitter Kanye West sudah lebih dari seminggu ditangguhkan karena postingannya yang dinilai melanggar kebijakan perusahaan. Selain itu, West juga dikenal sebagai publik figur yang mendukung gerakan sayap kanan.

Beberapa latar belakang tersebut dikatakan Farmer turut memotivasi West dalam mengakuisisi Parler.

Baca Juga : Trump Putuskan Afrika Selatan Tak Masuk Daftar Undangan G20 di Miami

Sejak memutuskan akuisisi pada Senin (17/10), mantan suami dari Kim Kadarshian itu lantas bergabung di aplikasi Parler dan sudah memiliki 3.900 pengikut lebih.

Parler memulai debutnya pada tahun 2018 sebagai aplikasi alternatif Twitter dan media sosial lain. Parler sesumbar mendeskripsikan diri sebagai platform yang "mengutamakan kebebasan berbicara".

Namun, karena konsep tersebut, aplikasi ini juga memuat unggahan yang dinilai sebagai kekerasan dan perbuatan kriminal. Akibatnya, Parler sempat dihapus beberapa kali dari toko aplikasi Google Play Store dan Apple App Store pada tahun 2021, ketika dimanfaatkan oleh para pendukung mantan presiden AS, Donald Trump.

Saat itu Apple melayangkan pemberitahuan kepada Parler dan mengatakan bahwa platform mereka telah melanggar ketentuan Apple. Menurut Apple, langkah Parler untuk memoderasi atau mencegah penyebaran konten berbahaya dan ilegal tidak cukup efektif.

Baca Juga : Donald Trump Pastikan Kebijakan AS Menentang Aneksasi Wilayah Tepi Barat

Nyatanya, Apple tetap menemukan banyak konten berisi ancaman kekerasan dan hasutan perbuatan ilegal.

Aplikasi pendukung Donald Trump, parler yang dihapus dari Google, Apple, dan Amazon karena memuat ancaman kekerasan setelah kerusuhan di gedung Capitol 6 Januari lalu.

Alasan yang sama juga dikemukakan Google ketika menghapus Parler di Play Store. Namun, langkah Google ini masih bisa diakali karena pengguna Android masih bisa mengunduh Parler lewat toko aplikasi ketiga.

Selain di kedua toko aplikasi tersebut, Parler juga dihapus dari Amazon Web Service dengan alasan yang sama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar