0%
Senin, 14 November 2022 09:01

Cerita "Gagal Tampil" dari Balik Panggung HUT Kota Makassar: Latihan 2 Minggu Dihapuskan dengan Berlari 7 Menit

Penulis : Tim Portalmedia
Editor : Rasdiyanah
Meriahnya malam perayaan HUT Kota Makassar ke-415. Foto: dok Baaca.id
Meriahnya malam perayaan HUT Kota Makassar ke-415. Foto: dok Baaca.id

Meriahnya malam puncak HUT Kota Makassar ke-415 yang digelar di Lapangan Karebosi sejatinya menjadi suka cita semua orang, termasuk anak-anak yang direncanakan tampil dengan persembahan tarian di depan Wali Kota Makassar dan seluruh undangan yang hadir. Namun semangat tampil itu, hanya menjadi asa yang memilukan pada akhirnya.

"Jadi, selama 2 minggu itu, kejadiannya hampir sama dan berulang. Kadang juga anak-anak mulai bosan untuk latihan. Tapi, semangatnya akan kembali terbakar kalau disebut akan tampil di depan pak Wali Kota Makassar," bebernya.

Saat itu katanya, senyum merekah dan semangat juang anak-anak umur 8 hingga 10 tahun itu sangat indah. Ia menyampaikan pesan yang membuat para pelatih dan orang tua yang juga terlibat ikut bersemangat. Semua itu sangat hangat dan penuh gairah.

Hingga pada hari Rabu, 9 November 2022, senyum itu mulai redup. Semuanya berubah menjadi tangis dan kecewa. Saat itu, Diah melanjutkan cerita, tepat pukul 16.00 Wita. 400 orang anak sudah siap dengan kostum tarinya yang berwarna merah. Lengkap dengan 'passapu' di atas kepala sebagai khas tari orang bugis.

Baca Juga : Munafri Arifuddin: Rakernas APEKSI Jadi Forum Strategis Perkuat Kolaborasi dan Pelayanan Publik

"Kami disuruh datang jam 4 sore untuk persiapan. Makanya kami ke sana tepat waktu. Karena kan acaranya akan dimulai jam 18.00 Wita. Kami siapkan mi semua keperluan. Ada juga yang datang dengan mobil pete-pete," pungkasnya dengan nada lirih.

Jelang pukul 20.00 Wita tambah Diah, acara tak kunjung dimulai. Sepertinya, masih banyak tamu undangan yang belum mengisi kursi kosong, termasuk para pejabat.

"Acara kayaknya mulai jam 21.00 Wita. Itu pun, kami masih menunggu kapan waktu anak-anak akan tampil. Hingga menjelang pukul 23.00 Wita, baru lah anak-anak diundang untuk melakukan pertunjukan di depan banyak orang termasuk Walikota Makassar," terangnya.

Nyaris Saling Sikut hingga Tidur di Lantai

Baca Juga : Terima Kepala BKKBN Sulsel, Munafri Arifuddin Minta Penanganan Stunting Berkelanjutan

Moment ini, menambah pengalaman pedih untuk anak-anak. Mereka berdesakan untuk mengatur barisan hingga nyaris saling sikut dan injak karena dipepet.

"Itu posisinya, mereka tidur di lantai kodong. Karena jam tidur anak kan beda-beda. Ada yang tidur jam 8 ada yang jam 9 malam. Jadi mereka pada tidur mi semua, langsung dibangunkan sama panitia. Mereka kaget mi, bangun cepat-cepat lalu berbaris. Anakku jatuh karena dipepet sama panitia. Dan ternyata mereka hanya disuruh baris lalu berlari di depan tamu undangan setelah itu selesai," ujar Diah yang mulai tak kuasa menahan tangisnya.

Memilih Protes di Medsos

Waktu itu, lanjut Diah, para orang tua harusnya langsung melakukan aksi protes atas job yang diberikan kepada anak-anak tapi batal.

Baca Juga : Diikuti Ratusan Purnapraja Lintas Provinsi, Wali Kota Munafri Apresiasi Turnamen Padel IKAPTK Sulsel

"Namun, karena melihat tamu undangan dan HUT Kota Makassar, kami menahan diri, dan memilih protes lewat sosial media," ujarnya. 

"Saya bilang ji jangan ganggu acaranya orang disini. Saya suruh ji sabar anak-anak. Biarmi. Ada jalan lain," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar