Di program ini, mahasiswa difokuskan dalam tiga konsep pembelajaran, seperti industri, leadership, manajerial dan digital bisnis.
"Jadi, mereka magang itu tidak disuruh ngetik. Tapi mereka punya tim, dan membuat program sendiri melalui konsep belajar yang diterapkan. Mereka harus menerapkan karakter seorang pemimpin layaknya leader di perusahaan, terus konsep manajerialnya harus menerapkan planing, organizing tim, kemudian mengontrol lalu evaluasi. Dan yang ketiga digital bisnis," jelasnya.

Kurangi Jarak Dunia Industri dan Pendidikan
Baca Juga : Mahasiswa Unhas Gagas "Megapolis Water Sensitive" untuk Atasi Krisis Air dan Banjir Perkotaan
Terpisah, SVP Head of Region Kalimatan, Sumatra, Maluku, dan Papua (Kalisumapa), Prio Sasongko, menerangkan, jika lahirnya program "Kampus Merdeka" justru mengurangi jarak antara dunia industri dan pendidikan.
"Dengan program ini, kami mendatangi kampus dan menawarkan program magang yang berefek besar untuk masa depan anak muda. Selain itu, mereka memang diajarkan turun lapangan dan benar-benar berkontribusi menyumbangkan idenya untuk passion mereka," terangnya saat ditemui di Hotel Melia Makassar beberapa waktu lalu.
Hingga kini, kata Prio, Indosat telah menyerap sebanyak 30% mahasiswa yang telah melalui proses magang lewat program "Kampus Merdeka".
Baca Juga : Tragis, Wanita di Maros Tewas Usai Bertengkar dengan Kekasih
"Dengan demikian, upaya kami untuk menyasar dunia pendidikan bisa selaras dengan kebutuhan kampus untuk penyerapan tenaga kerja alumninya," bebernya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News