PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Nasib industri penerbangan di Kabupaten Selayar, Sulsel di 2023 nampaknya masih tak menemukan jawaban yang pasti.
Kondisi mati suri yang ada di sana selama beberapa bulan terakhir, masih akan dipertaruhkan dari bantuan keuangan gubernur, sebab subsidi memang dari awal sudah tidak diperuntukkan untuk bandara yang terletak di i Desa Bontosunggu, Kecamatan Bontoharu ini.
Kepala Bidang Pengembangan Transportasi dan Perkeretaapian, Dinas Perhubungan Sulsel, Muhammad Ishak mengatakan telah mengadakan rapat untuk mengakomodir siapa yang akan disubsidi tahun depan dalam bentuk bantuan keuangan.
Baca Juga : Polres Bone Siapkan 1000 Personel Amankan Aksi Tolak Kenaikan PBB
"Karena UU yang baru mengatakan tidak ada kewenangan provinsi maka itu bantuan hanya akan diberi dalam bentuk (bantuan) keuangan, sehingga kegiatan bandara bisa terlaksana, kalau tidak begitu, tidak akan terlaksana karena tidak ada nomenklatur yang dicantolkan di anggaran," ujar Ishak, kepada Portalmedia.id, belum lama ini.
Untuk kemungkinan parsial yang sempat diusulakn oleh Pemkab Selayar, kata Ishak, tidak dapat dilakukan karena tidak ada mata anggarannya.
"Maka mau ke mana diparsialkan?, di titik ke mana? Yang memungkinkan memang berupa bantuan keuangan, dan itu kewenangannya pak gubernur, nanti diserahkan ke kabupaten, nanti kabupaten yang kontrak kerja dengan penerbangan yang ada," ujarnya lagi.
Subsidi untuk Toraja dan Bone
Baca Juga : Petani di Bone Hanyut di Sungai Pakkasalo, Basarnas Makassar Terjunkan Tim SAR
Ishak menyebutkan, di 2023 Pemprov Sulsel memilih Toraja dan Bone sebagai daerah yang disubsidi penerbangannya.
"Alsannya, di Toraja sudah ada pembangunan Bandara dengan anggaran yang tak sedikit yaitu 1 Triliun lebih, makanya harus dibantu diawal untuk pengembangan," kata Ishak.
Dan untuk Bandara Arung Palakka Bone sendiri, kata Ishak, disubsidi karena sudah dari 2017 tidak beroperasi, makanya diaktifkan kembali.
Baca Juga : HUT ke-695 Kabupaten Bone, Ini Harapan Besar Wakil Ketua DPRD Sulsel Yasir Machmud
"Kalau Selayar kan sudah pernah diterbangi, tapi pada saat itu pandemi tidak terbang," bebernya lagi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News