Lebih lanjut, ia menuturkan, UMKM dan industri yang lain jelas kena imbasnya, sebab pengunjung yang ingin berwisata di Takabonerate juga akan berkurang.
"Kalau Bone itu, tidak harus dikasih subsidi, karena biar tidak disubsidi orang-orang pasti akan berkunjung ke sana," jelasnya.
Apalagi kata Sutardjo, perputaran ekonomi di Kabupaten Bone sudah cukup baik. Semua sektor industri tumbuh di sana, mulai dari pertanian, perikanan dan lainnya.
Baca Juga : Polres Bone Siapkan 1000 Personel Amankan Aksi Tolak Kenaikan PBB
"Nah, alangkah baiknya kalau pemerintah memberikan subsidi keduanya. Apakah tidak boleh kalau subsidi yang diberikan ke Bone dibagi dengan Selayar? Kalau memang PAD belum memadai. Jangan dimatikan Takabonerate. Pemerintah harus hitung ulang. Kalau dicabut subsidinya itu, orang akan tetap ke sana atau tidak. Kalau di Bone kan sudah pasti mi disubsidi atau tidak, orang akan tetap ke sana," jelasnya.
Potensi Wisata yang Sangat Membutuhkan Dukungan
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Sulsel, Muhammad Fikri Janhari membenarkan jika salah satu daerah wisata yang paling potensial di Sulsel adalah di Selayar.
"Utamanya di Takabonerate yang dianggap sebagai surga yang diturunkan tuhan ke muka bumi, sayangnya akses menuju kesana cukup sulit sehingga kurang banyak wisatawan yang berkunjung," kata Fikri, sapaannya.
Baca Juga : Petani di Bone Hanyut di Sungai Pakkasalo, Basarnas Makassar Terjunkan Tim SAR
Oleh karena itu, dia berharap para pimpinan utamanya pemerintah pusat dan pemerintah provinsi memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan potensi wisata di Selayar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News