0%
Kamis, 25 Agustus 2022 15:28

Macet Menahun di Jembatan Barombong, Jalan Panjang Penantian Warga Belum Berujung

Penulis : Tim Portalmedia
Editor : Rasdiyanah
Petugas Dishub dan Polisi melakukan  sosialisasi penerapan rekayasa lalu lintas di kawasan jembatan Barombong. Foto: Portalmedia/reza
Petugas Dishub dan Polisi melakukan sosialisasi penerapan rekayasa lalu lintas di kawasan jembatan Barombong. Foto: Portalmedia/reza

Macet yang menahun telah terjadi di sekitaran Jembatan Barombong, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar. Meski telah ada rekayasa lalu lintas yang mengurai macet sementara, warga dan pengguna jalan masih menanti solusi permanen dari kemacetan ini. Namun, kemacetan di sekitaran Jembatan Barombong tak melulu disesalkan, sebab juga menjadi sumber rezeki bagi pengusaha penyeberangan sungai. Kisah ini dihadirkan portalmedia menjadi sisi lain dari cerita kemacetan yang menahun di Jembatan Barombong.

Warga Minta Dibangun Jembatan Kembar Seperti di Gowa

Salah seorang pengguna jembatan yang ditemui Portalmedia, Idris TJ mengatakan, Ia pada dasarnya mengapresiasi pemerintah akan solusi sementara yang ada saat ini. 

Namun, pria yang kesehariannya bekerja sebagai pekerja swasta ini juga mengungkapkan, alangkah baiknya agar pemerintah dapat memberikan solusi permanen. 

Baca Juga : Wali Kota Makassar Tekankan Peran Pemuda Jadi Motor Perubahan Saat Buka LK2 HMI

Dia mencontohkan jembatan Kembar Gowa yang berada di Sungguminasa juga melintasi sungai Jeneberang. Keberadaan 2 jembatan itu mampu mengatur lalu lintas dari Gowa ke Takalar dan sebaliknya.

"Saya berharap pemerintah pekalah dengan kondisi disana karna masyarakat yang berada disana seperti dari Gowa, Takalar agar dibuatkan lagi jembatan agar tidak menimbulkan kemacetan," ucapnya.

Baca Juga : KPU Temui Wali Kota Makassar Bahas Sinergi Program Pemutakhiran Data dan Pendidikan Pemilih

Idris juga mengingatkan kepada pengguna jalan lain agar tetap tertib lalu lintas dan mengutamakan keselamatan.
"Saya juga minta masyarakat yang sering melintas di Jembatan barombong baik dari arah Makassar-Gowa-Takalar agar kiranya membuka wawasan dan pikiran tetap taat lalu lintas, jangan ambil jalurnya orang lain," kata Idris.

"Jangan karena alasan buru-buru, malah kita ambil jalur orang lain karenakan merugikan itu salah satu faktor kemacetan juga," sambungnya.

Pandangan MTI

Terpisah, Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Sulsel Lambang Basri menilai kondisi di jembatan Barombong saar ini memang sudah over load dalam kapasitas pengguna jalan, sehingga sudah sangat mendesak jembatan kembar Barombong dibangun.

Baca Juga : Perkuat Sinergi Aparat dan Warga, Wali Kota Makassar Sambut Program FKPM Ditbinmas Polda Sulsel

Dia menjelaskan bahwa pembangunan satu jembatan lagi sudah sangat mendesak karena laju pertumbungan kendaraan di jembatan yang menghubungkan Kota Makassa dengan Kabupaten Gowa tersebut saat ini begitu akseleratif.

"Di satu sisi, akses jalan dengan satu jembatan tersebut sudah sangat terbatas, jadi memang sudah sangat mendesak untuk direncanakan pembangunannya," katanya. 

Macet yang Jadi Sumber Rezeki

Masyarakat khususnya yang berdomisili di Kota Makassar dan Kabupaten Gowa tentunya tidak asing dengan akses penyebrangan menggunakan perahu melintasi Sungai Jeneberang.

Baca Juga : Panen Perdana di Maccini Sombala, Wali Kota Makassar Harap Budidaya Berkelanjutan di Makassar

Transportasi penyeberangan ini dikhususkan bagi pengendara roda dua atau sepeda. Banyak masyarakat yang memilih menggunakan jasa penyeberangan ini karena menghindari kemacetan yang kerap terjadi di kawasan jembatan Barombong.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer