0%
Kamis, 25 Agustus 2022 15:28

Macet Menahun di Jembatan Barombong, Jalan Panjang Penantian Warga Belum Berujung

Penulis : Tim Portalmedia
Editor : Rasdiyanah
Petugas Dishub dan Polisi melakukan  sosialisasi penerapan rekayasa lalu lintas di kawasan jembatan Barombong. Foto: Portalmedia/reza
Petugas Dishub dan Polisi melakukan sosialisasi penerapan rekayasa lalu lintas di kawasan jembatan Barombong. Foto: Portalmedia/reza

Macet yang menahun telah terjadi di sekitaran Jembatan Barombong, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar. Meski telah ada rekayasa lalu lintas yang mengurai macet sementara, warga dan pengguna jalan masih menanti solusi permanen dari kemacetan ini. Namun, kemacetan di sekitaran Jembatan Barombong tak melulu disesalkan, sebab juga menjadi sumber rezeki bagi pengusaha penyeberangan sungai. Kisah ini dihadirkan portalmedia menjadi sisi lain dari cerita kemacetan yang menahun di Jembatan Barombong.

Di sepanjang Sungai Jeneberang sendiri diketahui ada sekitar 10 titik penyeberangan dengan menggunakan jenis perahu yang sama. Ada di Desa Taeng dan Mangasa, Kabupaten Gowa, serta di sekitar Jalan Mallengkeri-Parangtambung, Kota Makassar.

Juragan Kapal Penyeberangan, Daeng Kanu menceritakan usaha jasanya ini telah ia jalani sudah selama 12 tahun. "Awalnya ini kan cuma penyebrangan kapal khusus orang, tapi saya bikin yang khusus bisa motor atau sepeda. Lama saya menderita ada 4 tahun tidak adapi orang yang bikin saya yang mulai," jelas Daeng Kanu saat berbincang dengan Portalmedia di kediamannya di Jalan Malengkeri, Kota Makassar. 

Baca Juga : Wali Kota Makassar Tekankan Peran Pemuda Jadi Motor Perubahan Saat Buka LK2 HMI

Akses penyeberangan Daeng Kanu ini terletak di Jalan Malengkeri, Makassar, jasa penyeberangannya mulai beroperasi pada pukul 06:00 pagi hingga pukul 02:00 dini hari.

Omset hingga Puluhan Juta per Bulan

Pria berusia 52 tahun itu mengungkapkan keuntungan yang biasa didapatkan dari jasa penyebrangannya ini bisa mencapai hitungan kotor hingga Rp 20 juta perbulannya.

Baca Juga : KPU Temui Wali Kota Makassar Bahas Sinergi Program Pemutakhiran Data dan Pendidikan Pemilih

Kata Daeng Kanu, tarif penyeberangan juga tidak ditentukan. Hanya mengharapkan keikhlasan para penumpang.

"Di sini kita tidak tentukan tarif kalau dikasi yah diambil, kita tidak paksakan. Biasanya dikasi Rp 2 ribu. Saya punya perahu 4 tapi rusak 1 yang jalan sisa 3, Rp 20 juta per bulan karena biasanya saya dapat perhari sekitar 1 juta," jelas ayah dari dua anak ini.

Pendapatan jasa penyeberangan perahu kata Daeng Kanu terganggu jika tiba waktu musim penghujan di mana air sungai berubah pasang. "Kalau air naik itu kita tidak jalan, kalau bulan januari atau Februari itu biasa naik air," tuturnya.

Baca Juga : Perkuat Sinergi Aparat dan Warga, Wali Kota Makassar Sambut Program FKPM Ditbinmas Polda Sulsel

Bisa Membeli Rumah

Daeng Kanu menuturkan jasa penyeberangannya sanggup memenuhi keperluan keluarga sehari-hari, hingga mampu membeli sejumlah aset.

"Alhamdulillah hasilnya ini kita pakai beli tanah, rumah. Anak saya ada dua. Yah Alhamdulillah bisa kita gunakan kebutuhan sehari-hari," katanya.

Baca Juga : Panen Perdana di Maccini Sombala, Wali Kota Makassar Harap Budidaya Berkelanjutan di Makassar

Seiring waktu, jasa penyeberangannya ini kini telah ramai digunakan, Daeng Kanu pun juga mampu membiayai sejumlah warga untuk mendapatkan tambahan uang.

"Anggota saya ada 12 orang, saya kasi perhari biasanya Rp 100 ribu atau Rp 150 ribu sesuai pendapatan setiap hari," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer