0%
Kamis, 25 Agustus 2022 15:28

Macet Menahun di Jembatan Barombong, Jalan Panjang Penantian Warga Belum Berujung

Penulis : Tim Portalmedia
Editor : Rasdiyanah
Petugas Dishub dan Polisi melakukan  sosialisasi penerapan rekayasa lalu lintas di kawasan jembatan Barombong. Foto: Portalmedia/reza
Petugas Dishub dan Polisi melakukan sosialisasi penerapan rekayasa lalu lintas di kawasan jembatan Barombong. Foto: Portalmedia/reza

Macet yang menahun telah terjadi di sekitaran Jembatan Barombong, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar. Meski telah ada rekayasa lalu lintas yang mengurai macet sementara, warga dan pengguna jalan masih menanti solusi permanen dari kemacetan ini. Namun, kemacetan di sekitaran Jembatan Barombong tak melulu disesalkan, sebab juga menjadi sumber rezeki bagi pengusaha penyeberangan sungai. Kisah ini dihadirkan portalmedia menjadi sisi lain dari cerita kemacetan yang menahun di Jembatan Barombong.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar, Doni mengatakan untuk Jembatan Barombong kini telah masuk dalam tahap tender, tapi baru pada tahap perencanaan pembangunannya. 

"Jembatan barombong sementara ditender perencanaannya dan DED(Detail Engineering Design)-nya" kata Doni, ketika dihubungi Portal Media, Selasa (23/8/2022).

Danny Pomanto sebelumnya mengusulkan kepada Pemerintah Pusat untuk anggaran Jembatan Barombong senilai 350 Milyar. Menanggapi hal itu, Doni mengatakan untuk angka pasti harus melihat dari hasil Detail Engineering Design atau DED. 

Baca Juga : Wali Kota Makassar Tekankan Peran Pemuda Jadi Motor Perubahan Saat Buka LK2 HMI

"Nanti dari hasil DED-nya kita lihat," lanjutnya.

Tambahnya, surat usulan pertama memang benar 350 Milyar, namun Dinas PU Kota Makassar akan melayangkan kembali surat kedua setelah ada hasil existing ground dan estimasi biaya.

"Usulan berikutnya nanti berdasarkan luasan yang ada, diestimasikan terlebih dulu, mudah-mudahan nilainya juga segitu (350 milyar)," ujarnya.

Baca Juga : KPU Temui Wali Kota Makassar Bahas Sinergi Program Pemutakhiran Data dan Pendidikan Pemilih

"Yang pasti kita masih menunggu hasil DED, nantinya, hasil perencanaan sampai ditetapkan pemenang konsultannya. Dia bekerja selama kurang lebih dua bulan baru kemudian diketahui hasil perhitungan matematis nya, kalau diestimasi dalam waktu dekat kami akan drone untuk estimasinya lagi kembali supaya ada penguatan di surat kedua," bebernya.

Terkait dengan apakah Jembatan Barombong bakal diperlebar atau dibuat baru, menurut Doni itu semua tergantung dari hasil rekayasa jembatan tersebut.

"Kalau itu harus ada hasil rekayasanya terlebih dahulu, baru diimplementasikan ke desain ada hasil biotekniknya untuk struktur tanahnya, itukan semua diperhitungkan untuk bisa mengambil kesimpulan apakah dia diperlebar, dibongkar baru dibikin baru, terlalu dini untuk saya bilang begitu," jelasnya.

Baca Juga : Perkuat Sinergi Aparat dan Warga, Wali Kota Makassar Sambut Program FKPM Ditbinmas Polda Sulsel

Terakhir, Doni berharap Jembatan Barombong sudah dapat dikerjakan dalam waktu dekat ini, paling tidak tahun 2023 nanti.

"Itukan tidak pake dana APBD, kita mengusul ke pusat, jadi dari kesiapannya pusat kalau dari surat usulan yang ada bisa dialokasikan di tahun depan ya Alhamdulillah, kita berharap sih dalam waktu dekat, tahun depan paling tidak, kita berharap karena dananya bukan APBD Pemerintah Kota, tapi bantuan dari pemerintah pusat," tutupnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar