0%
karangan bunga makassar
Selasa, 11 Oktober 2022 08:03

Rival Kasus Bos Pabrik Tepung, RA Kejang dan Muntah Darah saat Dijemput Polres Gowa dari RS, Ada "Permainan"?

Upaya penjemputan Polres Gowa pada Reski Ameliah (RA) yang tengah dirawat intensif RS DR Wahidin Sudirohusodo. Upaya ini diwarnai dengan kondisi RA yang memburuk, kejang dan mengalami muntah darah. Foto: ist
Upaya penjemputan Polres Gowa pada Reski Ameliah (RA) yang tengah dirawat intensif RS DR Wahidin Sudirohusodo. Upaya ini diwarnai dengan kondisi RA yang memburuk, kejang dan mengalami muntah darah. Foto: ist

Rival kasus Bos Pabrik Tepung, Manager PT Eastern Pearl Flour Mills, Irfan Wijaya, dalam hal ini RA (Reski Ameliah/ istri dari Amiruddin Malik) mengalami kejang dan muntah darah saat dijemput oleh Polres Gowa di RS DR Wahidin Sudirohusodo. Kuasa hukum dan LBH Apik melihat ada permainan dalam upaya penjemputan ini.

dewanpers

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Kasus kekerasan bos pabrik tepung Makassar Manager PT Eastern Pearl Flour Mills, Irfan Wijaya kepada Pasutri, Reski Ameliah (RA) dan Amiruddin Malik (AM) terus bergulir. 

iklan pdam

Baru-baru ini situasi mencekam mewarnai ruang perawatan RA di RS DR Wahidin Sudirohusodo. Mencekam, begitu penulis menggambarkan situasi yang terjadi pada Jumat (7/10/2022) malam itu.

Seolah tak pandang waktu, tepat tengah malam, pukul 24.00, jelang pergantian hari ke Sabtu (8/10/2022), Polres Gowa mendatangi RS DR Wahidin Sudirohusodo guna melakukan penjemputan pada RA yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan atas laporan rivalnya dalam kasus ini, yaitu Irfan Wijaya

Baca Juga : Tak Terakses Media, Sidang Perdana Bos Pabrik Tepung Makassar Digelar Diam-diam

Penulis dalam hal ini tim Portalmedia, melihat RA dikeluarkan secara paksa oleh pihak RS. Paksa di sini menjadi narasi yang tepat, sebab pandangan mata dan kondisi RA memang selayaknya masih seperti orang yang sakit parah, namun dipaksa keluar dengan alasan penjemputan oleh Polres Gowa. 

Polres Gowa dalam ha ini mengantongi surat keterangan pemeriksaan yang menjelaskan kondisi pasien sudah dalam keadaan normal dan bisa dibawa keluar. 

Namun, dalam upaya penjemputan tersebut, jelas terlihat RA masih meringis kesakitan hingga menangis. Hal ini juga terkonfirmasi dari potongan video yang diterima Portalmedia. Terlihat beberapa orang berusaha menenangkan RA. Ada juga 2 orang polisi yang berdiri persis di pintu masuk ruangan yang ditugaskan untuk membawa RA ke mobil penjemputan. 

Baca Juga : LPSK Pelajari Permohonan Perlindungan RA, Rival Bos Pabrik Tepung: Hasil Dikonfirmasi Senin

Karena memang kondisi RA yang tidak memungkinkan, dan tetap dipaksa untuk ikut dengan Polres Gowa, akhirnya RA dibopong keluar dari RS. Namun, beberapa menit kemudian RA yang memang belum pulih, terjatuh di samping ambulans dan terbaring lemah. RA mengalami kejang-kejang.

Beberapa orang mulai terlihat panik, berusaha mengangkat RA ke atas mobil untuk mendapat posisi yang terbaik, RA kemudian disandarkan di kursi mobil bagian depan.

Tak lama, reaksi tubuh RA menahan sakit disusul degan keluarnya darah dari mulutnya. Seorang terdengar menegur. "Nah, siapa mi mau bertanggungjawab kalau begini?," ujar lelaki yang ikut berkerumun malam itu menyaksikan upaya penjemputan Polres Gowa pada RA. 

Kuasa HUkum: Ada Kejanggalan Administrasi

Baca Juga : Soal Kasus Pemukulan Bos Tepung, Haris Azhar: Polres Gowa Masuk Angin Butuh Dikerok Komnas HAM

Saat dikonfirmasi oleh portalmedia.id, Firmansyah selaku Kuasa Hukum RA membenarkan kejadian tersebut. Katanya, RA dikeluarkan oleh RS Wahidin dengan cara yang mendadak dan hasil pemeriksaan normal.

"Itu RA kemarin sudah dikasih keluar hasil labnya bahwa semua normal. Tapi kan di situ ada rekomendasi dokter sebelumnya yang disetor ke Jaksa dan dokter ada beberapa penyakit yang diderita RA, seperti gangguan pada otak dan auto imun. Nah, setelah itu, tidak dilakukan pemeriksaan lanjutan," ujarnya menyesalkan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Tim Portalmedia
Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp 0811892345. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer