0%
Selasa, 11 Oktober 2022 08:03

Rival Kasus Bos Pabrik Tepung, RA Kejang dan Muntah Darah saat Dijemput Polres Gowa dari RS, Ada "Permainan"?

Penulis : Tim Portalmedia
Editor : Rasdiyanah
Upaya penjemputan Polres Gowa pada Reski Ameliah (RA) yang tengah dirawat intensif RS DR Wahidin Sudirohusodo. Upaya ini diwarnai dengan kondisi RA yang memburuk, kejang dan mengalami muntah darah. Foto: ist
Upaya penjemputan Polres Gowa pada Reski Ameliah (RA) yang tengah dirawat intensif RS DR Wahidin Sudirohusodo. Upaya ini diwarnai dengan kondisi RA yang memburuk, kejang dan mengalami muntah darah. Foto: ist

Rival kasus Bos Pabrik Tepung, Manager PT Eastern Pearl Flour Mills, Irfan Wijaya, dalam hal ini RA (Reski Ameliah/ istri dari Amiruddin Malik) mengalami kejang dan muntah darah saat dijemput oleh Polres Gowa di RS DR Wahidin Sudirohusodo. Kuasa hukum dan LBH Apik melihat ada permainan dalam upaya penjemputan ini.

Firman menyebutkan, awalnya ada rencana dilakukan pemeriksaan MRI tapi tidak dilakukan oleh dokter, lalu malam itu sekitar pukul 24.00 Wita, tiba-tiba keluar surat yang menyatakan RA sehat dan tanpa tanda tangan dari dokter yang menangani RA selama ini.

"Makanya, menurut kami, sebagai kuasa hukum RA, memang ada sesuatu yang janggal di sini," bebernya.

Kejanggalan selanjutnya, lanjut Firman, pihak Polres Gowa stay di RS Wahidin pukul 24.00 untuk membawa RA yang masih terbaring sakit. Lalu berencana akan membawa RA ke Polres, namun setelah perdebatan yang alot mereka memutuskan untuk membawa RA ke rumah sakit Bhayangkara.

Baca Juga : Tak Terakses Media, Sidang Perdana Bos Pabrik Tepung Makassar Digelar Diam-diam

"Nah, mereka mengambil tindakan itu karena mereka sudah memegang surat keterangan dari dokter untuk mengeluarkan RA dari rumah sakit. Tapi, surat itu tidak ada tandatangan dari dokter. Hanya dokter residen saja yang bertandatangan. Selang beberapa waktu, menurut mereka (Penyidik Polres) pihak Wahidin sudah melakukan koordinasi dengan Dr David dan beliau katanya sudah mengiyakan RA keluar," jelasnya.

Tapi malam itu, kata Firman, upaya Polres untuk membawa RA tidak kesampaian. Sebab, RA mengalami kejang-kejang dan muntah darah. "Jelas kondisi klien kami sangat tidak memungkinkan untuk dikeluarkan dari RS, tapi tetap ada pemaksaan untuk itu," ujar Firman. 

Karena kondisi kejang dan muntah darah tersebut, RA llangsung lagi dilarikan ke IGD Wahidin. "Tapi dengan administrasi pasien baru. Karena statusnya sudah keluar dari rumah sakit. Malam itu, kami sampai setengah enam pagi," ujarnya. 

Baca Juga : LPSK Pelajari Permohonan Perlindungan RA, Rival Bos Pabrik Tepung: Hasil Dikonfirmasi Senin

"Namun, pada saat kami (keluarga, kuasa hukum, dan LBH) pulang satu per satu ke rumah untuk berbenah sebentar, ternyata dokter dan perawat rumah sakit datang. Mereka menyatakan RA sehat dan sudah bisa pulang," lanjut Firman menyesalkan tindakan RS. 

"Akhirnya karena didesak begitu, RA keluar sendiri sempoyongan dari rumah sakit dan dia dipesankan Grab dari pihak RS untuk pulang ke rumahnya. Sepertinya dia dilepas untuk melakukan sendiri tindakan atas dirinya. Yang pada faktanya masih dalam keadaan sakit," terangnya.

LBH: Dugaan Kongkalikong antara Dokter dan Penyidik Polres Gowa

Terpisah, saat dikonfirmasi, Koordinator Devisi Pelayanan Hukum LBH Apik, Nufaidah menyesalkan kejadian yang menimpa RA. Ia menyebutkan dugaan dari LBH Apik adanya kongkalikong antara pihak Rumah Sakit Wahidin dan Polres Gowa.

Baca Juga : Soal Kasus Pemukulan Bos Tepung, Haris Azhar: Polres Gowa Masuk Angin Butuh Dikerok Komnas HAM

"Jadi awalnya itu kan kita dapat informasi dari teman terkait dengan polres Gowa yang tiba-tiba ke Wahidin karena menurutnya polres Gowa ini ada informasi bahwa RA ini sudah bisa keluar dari RS dan rawat jalan. Jadi sudah ada informasi seperti itu, kemudian polres Gowa datang untuk menjemput RA dengan alasan perintah untuk mengambil," ucapnya menceritakan ulang kejadian malam itu.

 Lalu, setelah aksi penjemputan paksa oleh Polres Gowa, akhirnya RA muntah darah dan kejang-kejang saat dipaksa naik ambulans.

"Dia muntah dan kejang. Dia trauma, kakinya tidak bisa digerakkan. Malam itu muntah darah. Dan kembali dirawat setelahnya," bebernya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer