PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR -- Oknum mahasiswa salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) ditangkap polisi setelah melakukan aksi tindak pidana penipuan dengan cara membuat barang dagangan fiktif ke sejumlah korbannya.
Modus aksi tindak pidana penipuan mahasiswa berinisial ADF (26) itu, yakni dengan cara menjual barang fiktif kepada sejumlah orang. Setelah terjual kemudian menggunakan jasa pengantaran barang melalui ojek online (ojol) dengan cara bayar di tempat atau cash on delivery (COD), sehingga driver ojol yang menalangi pembayaran terlebih dahulu.
Namun modus seperti ini dengan cepat diendus sejumlah driver ojol. Meski ADF menggunakan alamat palsu dia tetap ditemukan oleh polisi dan nyaris menjadi bulan-bulanan para driver dan warga.
Baca Juga : Modus Gandakan Emas, Wanita di Pangkep Ditangkap Polisi Usai Tipu Korban Rp33 Juta
Kepolisian Sektor (Polsek) Manggala langsung menjemput pelaku di Kompleks Pesona Prima Griya, Kelurahan Bangkala, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sulsel, pada Kamis (27/10/2022) malam.
Kapolsek Manggala, Kompol Supriady Idrus mengatakan ADF sudah 11 kali melakukan orderan fiktif. Rata-rata orderannya Rp 150 ribu hingga Rp 300 ribu dengan menggunakan 3 aplikasi transportasi online.
"Setelah driver ojol mengambil barang tersebut dan menerima bayarannya, pelaku langsung memblokir kontak driver ojol tersebut," kata Edhy sapaan akrab Kompol Supriady Idrus
Baca Juga : DPO Kasus Penipuan Rp1,5 Miliar Terkait Proyek Gedung Kejari Makassar Ditangkap
Mantan Kasubbag Humas Polrestabes Makassar ini menyebut, ternyata alamat yang diberikan ke korban para Ojol juga fiktif atau alamat palsu. Kemudian paket yang akan di COD kan itu, isinya hanya pakaian kotor.
Karena merasa tertipu sebut Edhy, sehingga beberapa driver ojol melapor ke Polsek Manggala.
"Kami juga minta apabila ada driver ojek online yang pernah merasa tertipu, silahkan datang melaporkan di Polsek Manggala," imbuhnya.
Baca Juga : Tujuh Anggota Brimob Ditetapkan Langgar Etik dalam Kasus Tewasnya Driver Ojol Affan Kurniawan
Dari hasil pendalaman polisi, oknum mahasiswa ini nekat melakukan aksinya lantaran butuh biayanya guna kebutuhan sehari-harinya.
"Motif pelaku melakukan aksinya, karena uang hasil kejahatannya itu digunakan untuk makan," tukasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News