PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Koperasi dan UMKM, menyebutkan Kanrerong yang merupakan kawasan Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitaran Karebosi Makassar akan direvitalisasi dengan anggaran sebesar Rp 15 Miliar.
Merespons hal ini, Anggota DPRD Kota Makassar Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Yeni Rahman mengkritik pedas rencana ini.
"Untuk apa revitalisasi kalau hanya tutup lubang gali lubang, menutupi kesalahan kebijakan dengan kebijakan yang salah lagi," ujar Yeni, kepada Portalmedia.id, Senin (28/11/2022) kemarin.
Baca Juga : Motivasi Siswa Paskibraka di Rujab, Wali Kota Makassar: Fokus pada Kemampuan dan Potensi Diri
Menurutnya, sejak awal perencanaan Karenrong sudah tidak jelas. Kawasan kuliner Kanrerong yang terletak di sekitar lapangan Karebosi justru menambah persoalan.
"Karena lokasi tersebut sudah minim lahan kosong yang menyebabkan parkiran semrawut, itu ruang publik, makanya tidak bagus," tandasnya.
Pikirkan Nasib PKL
Lebih lanjut, Yeni mengatakan seharusnya Pemkot lebih dulu menyiapkan konsep yang matang, seperti lokasi strategis, lahan parkir yang memadai, serta jenis makanan yang akan dijajakan di kawasan kuliner nantinya.
Baca Juga : Sambangi Rujab Wali Kota, PGIW Sulselra Apresiasi Komitmen Appi Jaga Keberagaman di Makassar
Yeni mengatakan sudah seharusnya Pemkot memikirkan nasib PKL yang akan direlokasi agar tidak menimbulkan masalah baru bagi mereka.
"Relokasi PKL di Malioboro (Yogyakarta) bagus. Karena pemerintahnya menfasilitasi dengan baik, seperti menyediakan tenant gratis, tempatnya memiliki akses yang bagus, serta lokasinya strategis untuk jualan ramai dikunjungi," jelasnya.
Seperti yang diwartakan sebelumnya Pemkot telah melakukan penggusuran atau relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) sejak awal Januari 2022. Hal itu bagian dari rencana revitalisasi kawasan kuliner Kanrerong dengan dana yang mencapai Rp 15 Miliar di 2023 nanti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News