0%
Minggu, 19 Februari 2023 11:56

Soal Gugatan Sistem Pemilu, SBY: Rakyat Perlu Diajak Bicara

Editor : Azis Kuba
 Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono

Apakah saat ini, ketika proses pemilu telah berlangsung, ada sebuah kegentingan di negara kita, seperti situasi krisis tahun 1998 dulu misalnya, sehingga sistem pemilu mesti diganti di tengah jalan

Menurut SBY, eksekutif, legislatif, dan yudikatif tidak boleh begitu saja menggunakan kekuasaan untuk langsung mengubah hal yang mendasar. Khususnya, mengubah hal yang menyangkut 'hajat hidup orang banyak.'

"Menurut pendapat saya, mengubah sistem pemilu itu bukan keputusan dan bukan pula kebijakan (policy) biasa, yang lazim dilakukan dalam proses dan kegiatan manajemen nasional (kebijakan pembangunan misalnya)," ucapnya.

Bagi SBY, rakyat perlu diajak bicara soal wacana perubahan sistem pemilu. Pemerintah, kata mantan ketua umum Partai Demokrat itu, perlu membuka diri untuk membahas sistem pemilu.

Baca Juga : Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Mengenang Manuver SBY Naikkan BBM 140?mi Selamatkan APBN

"Bagaimanapun rakyat perlu diajak bicara. Kita harus membuka diri dan mau mendengar pandangan pihak lain, utamanya rakyat. Mengatakan 'itu urusan saya dan saya yang punya kuasa,' untuk semua urusan, tentu tidaklah bijak," katanya.

"Sama halnya dengan hukum politik 'yang kuat dan besar mesti menang, yang lemah dan kecil ya harus kalah,' tentu juga bukan pilihan kita. Hal demikian tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila yang kita anut bersama," ucapnya.

SBY kemudian menyampaikan nilai nilai warisan dari para pendiri Republik Indonesia seperti musyawarah mufakat hingga berdialog dan berembuk.

Baca Juga : Selain Hina Prabowo, Akun Fufufafa Juga Ejek SBY

"Saya mempelajari secara mendalam, bagaimana dengan cerdas dan arifnya, founding fathers kita. Bung Karno, Bung Hatta, Yamin, Supomo, Ki Bagus dan lain-lain, bersedia untuk berembuk dan saling mendengar untuk merumuskan dasar-dasar negara baru (Republik Indonesia) yang dinilai paling tepat," katanya.

Bagi SBY, rakyat perlu dijelaskan soal perubahan sistem pemilu secara gamblang. Perlu disampaikan apa yang berbeda antara sistem terbuka dan sistem tertutup.

"Mereka harus tahu bahwa kalau yang digunakan adalah sistem proporsional tertutup, mereka harus memilih parpol yang diinginkan. Selanjutnya partai politiklah yang hakikatnya menentukan kemudian siapa orang yang akan jadi wakil mereka," kata SBY.

Baca Juga : SBY Sebut 3 Capres Baik Tapi Prabowo-Gibran Lebih Mampu dan Siap Pimpin Indonesia

"Sementara, jika sistem proporsional terbuka yang dianut, rakyat bisa memilih partainya, bisa memilih orang yang dipercayai bisa menjadi wakilnya, atau keduanya partai dan orangnya," ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar