Walau belum banyak yang menggunakan sistem pembayaran digital di pasar tradisional Makassar, Syamsul Bahri tetap optimis akan mengawal penerapan tersebut untuk kemakmuran dan keamanan pedagang.
"Kami telah melakukan kerjasama dengan berbagai perbankan yang ada di Makassar, termasuk pemberian edukasi kepada pedagang pasar agar proses transaksi yang dilakukan bisa lebih mudah dan terkendali. Apalagi, kami kan telah menerapkan Content Management System (CMS) untuk mengatur pembayaran karcis pedagang," jelasnya.
Jadi, setiap pedagang yang telah terdaftar QRIS, pembayaran karcis izin jualnya akan dilakukan lewat online. Ini untuk menghindari adanya kecurangan dalam bertransaksi. Misalnya, karyawan yang ditugaskan untuk menagih di pasar, bisa saja menyabotase pembayaran pedagang. Nah, dengan CMS ini, akan lebih transparan lagi.
Baca Juga : Produktivitas Fantastis, BI Panen Perdana Padi Gamagora 7 di Maros
"Kita juga dapat melihat secara langsung pembayaran yang dilakukan pedagang lewat data hasil rekap perbankan. Selain itu, juga menghemat biaya cetak karcis setiap bulannya yang mencapai ratusan juta. Hal inilah yang sementara akan dimaksimalkan. Setidaknya, pedagang teredukasi dulu menggunakan transaksi online. Ini sementara akan digodok kembali sosialisasinya agar program berjalan dengan lancar," jelasnya
"Usaha yang akan kami lakukan ini, bisa mengembangkan usaha jualan yang dilakukan pedagang. Mereka bisa melek digital dan sedikit naik kelas dengan menerapkan QRIS sebagai alternatif pembayaran digital," sambung Syamsul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News