0%
Selasa, 06 Desember 2022 09:02

Susul Pernyataan Kadiskominfo, Polrestabes Makassar Dalami Dugaan Pelanggaran pada Boneka Badut

Penulis : Reza Rivaldi
Editor : Rasdiyanah
Sejumlah boneka badut yang dilakonkan oleh anak-anak di Kota Makassar. Foto: Portalmedia/Rafli
Sejumlah boneka badut yang dilakonkan oleh anak-anak di Kota Makassar. Foto: Portalmedia/Rafli

Menyusul pernyataan Kadiskominfo Makassar soal praktik eksploitasi anak pada boneka badut, Polrestabes Makassar tengah pendalami praktik pelanggaran di dalamnya.

PORTAL MEDIA, ID. MAKASSAR - Menyusul pernyataan Kadiskominfo Makassar, Mahyuddin yang menyayangkan maraknya boneka badut di jalan-jalan Kota Makassar, bahkan menyebutnya sebagai praktik eksploitasi anak, Polrestabes Makasssar tengah mendalami pelanggaran pada praktik Badut Boneka tersebut. 

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Reonald TS Simanjuntak menjelaskan, pihaknya tengah mendalami mendalami persoalan tersebut, sebab kasusnya tidak seperti pada anak-anak yang mengemis di jalan-jalan. 

"Kalau dia tidak gunakan kostum itu bisa kita tindaki, sebab yang minta-minta memang bisa terkena pidana. Tapi kan kalau menggunakan boneka kategorinya seperti seni, contoh kayak di Jakarta ondel-ondel itu kan seni. Mau dibilang minta-minta juga tidak," ujar Reonald saat berbincang dengan Portalmedia.id, belum lama ini.

Baca Juga : Kapolda Sulsel Resmikan Gedung Parama Satwika dan Luncurkan Operasi Pamapta Polrestabes Makassar

Reonald juga menyebutkan, tengah mengecek landasan hukumnya seperti apa dan tengah dipelajari pelanggaran apa yang ada di dalamnya. 

"Makanya kita sekarang mendalami ini, karena kan ini sudah dijadikan modus, seperti memakai karakter doraemon sambil goyang-goyang, ini sangat ramai di jalan-jalan," ujarnya. 

Baca Juga : Polrestabes Makassar Gagalkan Peredaran 13,3 Kg Sabu

 

Baca Juga : Mangkir Dinas Enam Bulan, Polisi di Makassar Dipecat Tidak Hormat

Untuk diketahui, saat ini boneka badut yang beraktivitas di jalan-jalan ibu Kota Sulawesi Selatan seolah tak terbendung. Maraknya boneka badut ini yang di awal kehadirannya hanya 1-2 di persimpangan traffict light justru semakin ramai. Di satu titik kadang hingga 5 sampai 6 badut, dan parahnya selalu ada di setiap titik lampu merah.

Serangan boneka badut ini juga tak lagi dilakonkan oleh orang dewasa saja seperti di awal-awal kehadirannya, tapi belakangan, mata pengguna jalan juga melihat anak-anak kecil ikut menjajakan diri sebagai badut demi menarik perhatian pengguna jalan.

Baca Juga : Polrestabes Makassar Gagalkan Peredaran 13,3 Kg Sabu

 

Baca Juga : Polrestabes Makassar Gagalkan Peredaran 13,3 Kg Sabu

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer